Home Berbol Djanur Mengaku Senang Final Piala Presiden di Jakarta

Djanur Mengaku Senang Final Piala Presiden di Jakarta

1225

Djanur-Mengaku-Senang-Final-Piala-Presiden-di-Jakarta

Berbol.com – Final Piala Presiden yang awalnya menimbulkan banyak pertanyaan akhirnya dapat dipastikan oleh pihak Mahaka selaku promotor terelenggara di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu, 18 Oktober mendatang. Di balik pro dan kontra yang timbul dari bebeapa kalangan, ternyata Coach Djajang Nurjaman mengaku senang jika final dilaksankan di SUGBK sesuai rencana awal. Hal ini karena menurut pelatih yang sempat menjadi pemain Persib itu sendiri, SUGBK dinilai sangat pantas untuk venue Final Piala Presiden.

“Saya pribadi sangat senang jika final di Jakarta, mungkin bisa dikatakan nostalgia juga mengenang final-final bersama Persib dulu. GBK juga kapasitas dan kualitas lapangannya cukup baik, aura di sana juga cukup bagus,” tutur Djanur di halaman situs resmi Persib.

Seperti diketahui, Djanur sendiri yang pernah memperkuat Persib memang sempat memiliki catatan apik di sepanjang karirnya bersama Maung Bandung dalam pertandingan yang terlaksana di SUGBK. Ia pernah ikut andil saat Persib menjuarai Piala Perserikatan pada tahun 1990 dan tahun 1994. Namun yang paling special baginya adalah saat Djanur mampu menorehkan satu-satunya gol dalam Final Piala Perserikatan tahun 186 dan mengantar Persib mengangkat trofi kejuaraan tersebut.

Sebelumnya partai puncak Piala Presiden ini sempat dikabarkan akan dipindahkan ke Solo atau Bali untuk mengurangi resiko terjadinya bentrok antara Bobotoh, supporter Persib dan Jackmania di Jakarta. Hal ini memang dikhawatirkan banyak kalangan, mengingat kedua kubu ini memang kerap menimbulkan kerusuhan saat harus bertemu baik di dalam maupun di luar lapangan.

Djanur sendiri ikut mengkhawatirkan kondisi tersebut, namun ia lebih memilih focus pada pertandingan akhir pekan depan untuk membawa Persib merih trofi Piala Presiden 2015. “Situasi non-teknis yang harus diperhatikan dengan serius. Kehawatiran kita adalah bobotoh, kita tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan kepada bobotoh. Keamanan bagi para bobotoh, itu yang dikhawatirkan kita, tapi saya rasa itu sudah ada yang mengurus, jadi saya bisa fokus ke tim,” tutup Djanur.