Home Berita Liga Spanyol Terbaru Real Madrid Inilah Perubahan Yang dibawa Zidane ke Real Madrid

Inilah Perubahan Yang dibawa Zidane ke Real Madrid

935
Zinedine-Zidane
Zinedine Zidane @instagram

Berbol.com – Setelah penunjukan Zinedine Zidane oleh manajemen Real Madrid sebagai pelatih anyar EL Real pada 5 januari 2016, pelatih yang biasa dipanggil Zizou ini dikontrak hingga musim 2015-2016 usai. Peraih Ballon d’Or 1998 tersebut dipilih sebagai pengganti Rafael Benitez yang membuat para petinggi-petinggi real madrid hilang kesabaran karena dianggap gagal memberikan perbaikan performa di skuad Los Merengues.

Dikutip dari Marca, Selasa (9/2/2016), Ancelotti menuturkan bahwa pelatih yang memiliki paspos Prancis ini mempunyai semua bekal yang dibutuhkan oleh seseorang yang nantinya akan didaulat untuk menjadi seorang pelatih. Tidak hanya mempunyai karisma dan juga kepandaian, namun dari pandangan Don Carlo, Zidane itu tahu betul mengenai dunia sepakbola dikarenakan ia pernah terlibat sebagai seorang pemain.

Zidane dapat menjadi seorang pelatih yang sukses dikarenakan memiliki karisma, pengetahuan, dan juga sikap yang baik. Ia juga sebagai seorang pelatih yang dapat membuat para pemainnya bekerja dengan keras, pungkas Ancelotti.

Dari hasil analisis, Zidane telah berhasil membawa perubahan yang cukup sinifikan di kubu real madrid berikut beberapa perubahan yang dibawa Zidane guna meningkatkan performa Real Madrid.

  1. Kembalinya Isco

Perubahan pertama yang dilakukan Zidane dengan mengembalikan Isco sebagai pemain utama Madrid. Bukan hanya bermain dalam tim, Isco juga diberikan peran oleh Zidane sebagai pusat permainan. Dan hasilnya pemain berusia 23 tahun tersebut bisa membuat 80 sentuhan dalam satu laga. Sedangkan di bawah asuhan Benitez, Isco hanya berhasil membuat 59 sentuhan dalam satu pertandingan.

  1. Bale Bisa Jadi Pemain Terpenting

Tak bisa di ungkiri Ronaldo adalah nyawa El Real, tapi real tidak bisa selamanya menggantungkan nasib kepada pemain asal Portugal itu, mengigat umurnya juga sudah tidak muda lagi. Bale yang sempat dijadikan sebagai poros utama Madrid di masa kepelatihan Benitez, semalam menampilkan performa luar biasa. Ia mencetak tiga gol, dan memenangi banyak duel perebutan bola di berbagai lini. Gol keduanya mengingatkan semua orang, bahwa bukan tanpa alasan pemain asal Wales ini didatangkan Madrid dengan rekor pembelian termahal sedunia.

  1. Memainkan Tiki Taka

Zidane memang ingin fokus dalam membangun penguasaan bola lewat passing dengan mengadopsi gaya Tiki Taka. Memainkan bola lewat umpan-umpan pendek menjadi salah satu satu alasan peningkatan jumlah sentuhan Isco. Rata-rata bersama Zidane, Madrid menghasilkan 553passing dalam satu pertandingan. Sedangkan bersama Benitez, Real rata-rata hanya mampu membuat 464passing pada satu pertandingan.

  1. Lebih tenang

Entah ini sebuah kebetulan atau tidak, namun di bawah asuhan Zidane, Real Madrid bermain lebih tenang dan sangat disipilin dalam empat pertandingan terakhir. Madrid hanya mengantongi satu kartu kuning, dan tanpa kartu merah pada empat laga terakhir di La Liga. Sedangkan saat ditangani Benitez, Madrid mengoleksi rata-rata dua kartu kuning dalam setiap pertandingan. Sungguh perubahan yang bagus mengingat para pemain Real dikenal banyak yang memiliki emosi tinggi saat bermain.

  1. Skema Serangan Jauh Lebih Hidup

Madrid memang unggul 5-0, tapi sebenarnya mereka bisa menang lebih dari itu. Jika saja mereka dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tak bisa dikonfersikan menjadi gol, Real mendominasi permainan karena memainkan pressing tingkat tinggi di beberapa area. Walhasil, lini tengah Deportivo tidak bisa berbuat banyak ketika akan menyusun serangan. Namun sebaliknya, arus serangan dari kedua sayap–Ronaldo dan Bale menjadi jauh lebih hidup dan terlihat makin berbahaya.

  1. James Rodriguez Harus Lebih Bersaing

Pada kepelatihan Zidane Isco menjadi lebih hidup sehingga sering menggantikan James sebagai starting eleven. sebenarnya kedua pemain ini memang sama-sama berbakat dan kepiawaian tersendiri, sehingga memusingkan pelatih manapun untuk memilih salah satu dari mereka berdua. Andai James tidak membuat capaian mengesankan dalam beberapa laga ke depan, maka posisi utamanya bisa saja digeser oleh Isco secara permanen. Kecuali, Zidane mau mencari taktik yang memungkinkan kedua pemain ini tampil secara bersamaan.

Baca juga : Big Match Juventus vs Napoli 14 Februari 2016.