Home Berita Liga Spanyol Terbaru Barcelona Kualifikasi Piala Dunia 2018 : Fakta Mengejutkan Dibalik Kisah Tumbangnya Argentina Atas...

Kualifikasi Piala Dunia 2018 : Fakta Mengejutkan Dibalik Kisah Tumbangnya Argentina Atas Paraguay

1024
Messi bersama pelatih Argentina Edgardo Bauza
Messi bersama pelatih Argentina Edgardo Bauza

Berbol.co.id – Kekalahan Timnas Argentina dari Paraguay pada lanjutan matchday 10 Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan (CONMEBOL) rupanya menyisakan cerita panjang. Secara mengejutkan timnas Argentina yang bermaterikan para pemain bintang, malah dihancurkan di kandangnya sendiri di Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba, Rabu (12/10) dini hari WIB.

La Albiceleste (julukan Timnas Argentina) tak mampu menyamakan kedudukan meski bermain baik di babak kedua. Gol semata wayang Derlis Gonzalez pada menit ke-18, begitu melukai hati para suporter Tim Tango yang datang ke stadion untuk mendukung tim kesayangan mereka.

Hasil bentrok tersebut makin membuat posisi Argentina jadi tersudut. Pasalnya tim besutan entrenador anyar Edgardo Bauza tersebut, kini harus turun ke peringkat 5 yang menjadi batas lolosnya tim-tim dari Zona CONMEBOL. Jika Argentina bertahan di posisi ini hingga akhir kualifikasi, maka bisa dipastikan Argentina tidak akan lolos secara langsung ke Rusia, namun harus melewati fase Play-Off Interkontinental.

Berita Terbaru : Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa Match Day ke-3 Update

Beberapa faktor pun muncul dan dianggap sebagai biang kekalahan Argentina atas Paraguay. Mulai dari absennya Lionel Messi hingga strategi Edgardo Bauza yang dirasa kurang tepat. Dari tiga laga terakhir Mascherano cs di Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona CONMEBOL, mereka hanya mampu meraup 2 poin dari maksimal 9 poin. Padahal tiga lawan yang mereka hadapi merupakan tim-tim penghuni peringkat tiga terbawah klasemen sementara yakni Venezuela (2-2), Peru (2-2) dan Paraguay (0-1).

Hal yang harus dievaluasi oleh Bauza adalah buruknya gaya permainan Argentina ketika sang penyerang andalan Lionel Messi absen. Berdasarkan data, kontribusi besar penyumbang gol bagi Argentina adalah King Leo. Ketika Messi bermain, Argentina mampu menang tiga kali dari tiga laga. Itu terjadi saat Argentina menundukkan Uruguay 1-0 pada pertandingan yang berlangsung 2 September 2016 di kandang sendiri.

Kemenangan sebelumnya juga diraih saat menjamu Bolivia pada 30 Maret 2016 serta yang terakhir mempermalukan Chile dengan skor 2-1 pada 25 Maret 2016. Messi juga turut menyumbangkan dua gol masing-masing ke gawang Uruguay dan satu gol lagi ke jala Bolivia.

Berita Terbaru : Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2018 Semua Zona Selasa (11/10/2016) dan Rabu (12/10/2016)

Uniknya, hasil kontras justru didapati oleh Argentina saat tampil tanpa Messi. dari 7 laga yang dilalui, Argentina hanya meraih 1 kemenangan, 4 kali hasil seri dan menelan 2 kekalahan. Artinya, Argentina dengan Messi memiliki rapor sempurna 100 persen. Sedangkan Argentina tanpa Messi, rekornya merosot hingga 33 persen. Hal ini membuat pelatih Edgardo Bauza harus memutar otak untuk mencari pengganti sepadan penyerang asal klub Barcelona tersebut demi menjaga keseimbangan tim.

Selain absennya Messi, strategi gaya bermain Bauza pun turut dipertanyakan. Contohnya pada pertandingan melawan Paraguay, Bauza lebih memilih Martin Demichelis untuk mengisi pos lini pertahanan menemani Mateo Musacchio. Nicolas Otamendi yang tengah on fire bersama Manchester City, justru tidak dipanggil untuk pertandingan tersebut. Usia yang tak lagi muda, menjadi nilai minus Demichelis dibandingkan Otamendi. Terbukti, ia gagal mengejar laju Derlis Gonzalez yang mampu melepaskan tendangan keras dan berbuah gol ke gawang Sergio Romero.

Dari lini serang, Bauza juga merubah posisi Aguero dan Di Maria yang biasanya berada di garis terdepan menemani Higuain bergeser agak ke tengah menjadi penyerang celah. Bauza hanya menempatkan seorang bomber di depan disokong oleh tiga penyerang celah Aguero, Di Maria dan Nicolas Gaitan. Hal ini membuat Argentina sulit untuk mencetak gol jika sang bomber utama Higuain dikawal dengan ketat.

Terlambatnya Bauza memasukkan Paulo Dybala juga turut menjadi sorotan. Pasalnya sejak masuknya Dybala menggantikan Gaitan, lini serang Argentina menjadi lebih kreatif dan berhasil menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Misalnya saat Dybala berhasil mengecoh beberapa bek Paraguay, sebelum melepaskan tendangan keras ke gawang namun masih mampu diamankan oleh Justo Villar. Peluang berikutnya didapatkan Aguero beberapa menit jelang berakhirnya pertandingan melalui sundulan terarahnya. Namun sayang, lagi-lagi dengan sigap Villar mampu menangkapnya.

Dengan Hasil ini, Argentina harus berupaya lebih keras memenangkan pertandingan di sisa delapan laga lagi sebelum Piala Dunia 2018 resmi diselenggarakan di Rusia. Argentina akan kembali bertanding pada 11 November 2016 melawan sang pemuncak klasemen Brazil. Tentu hal sangat sulit mengingat tren negatif yang tengah dituai oleh Argentina di beberapa pertandingan terakhirnya. Well, semoga Argentina segera bisa menemukan strategi terbaiknya dan King Leo bisa merumput kembali.