Pakaian Adat Madura, Busana Khas Pulau Karapan Sapi

Posted on
pakaian-adat-madura
Baju Sakera dan Kebaya Madura (sumber gambar: wikipie.co.id)

Batik MaduraPakaian Adat Madura cukup populer sebagai salah satu busana daerah yang menarik. Meski menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur, Madura merupakan salah satu daerah yang memiliki ciri khas tersendiri. Madura adalah sebuah pulau yang ada di bagian timur laut Pulau Jawa dengan luas sekitar 5.168 kilometer. Pulau Madura mayoritas dihuni oleh suku khas Madura, sehingga memiliki nilai budaya dan kebiasaan tersendiri yang unik. Kebudayaan suku Madura terlihat pada pakaian adat yang khas. Suku Madura sendiri merupakan salah satu suku yang terkenal dengan kebudayaan yang sangat kental dan sejarah peradaban yang maju sejak dahulu. Salah satu bukti kemajuan peradaban suku Madura tercermin pada pakaian adat yang dikenakan di acara-acara tertentu.

Pakaian adat yang sangat terkenal dari Madura adalah kaos dengan corak garis warna merah dan putih. Namun, ada beberapa pakaian adat Madura lainnya yang sebenarnya juga menjadi ciri khas dari daerah yang dekat dengan Kota Surabaya ini. Berikut merupakan penjelasannya!

Pakaian Adat Madura:

  1. Kebaya Madura

pakaian-adat-madura
Baju Sakera dan Kebaya Madura (sumber gambar: wikipie.co.id)

Sama dengan wanita Jawa lainnya, kaum hawa di tanah Madura juga menggunakan kebaya. Kebaya asal Madura ini dikenal dengan nama kebaya rancongan dan juga kebaya tanpa kutu baru. Ciri khas kebaya rancongan ini digunakan dengan dalaman berwarna kontras yang ketat pada tubuh. Sedangkan untuk warnanya sendiri, kebaya rancongan biasanya hadir dengan pilihan warna merah, hijau, dan biru. Warna-warna ini akan semakin terlihat menerawang saat digunakan karena bahannya yang sangat tipis. Penggunaan kebaya untuk para wanita ini dipadukan dengan sarung batik berbagai motif dan juga stagen Jawa.

Stagen atau biasa dikenal dengan sebutan odhet pada kebaya khas Madura ini diikatkan pada bagian perut. Wanita Madura juga sangat senang menggunakan aksesoris seperti hiasan rambut dari emas yang dinamakan cucuk sisir dan cucuk dinar. Keduanya merupakan aksesoris berupa tusuk konde yang terbuat dari emas dan dipakai bersamaan pada rambut sehingga membentuk bulatan penuh. Mereka juga menggunakan penutup kepala yang dari kain yang disebut dengan leng oleng. Kalung emas dengan bentuk rentengan biji jagung atau disebut kalung brondong, shelter penthol yakni giwang emas di telinga juga tidak ketinggalan digunakan sebagai pemanis penampilan. Masih ada aksesori lain yang biasa digunakan oleh wanita Madura yakni gelang dan cincin emas pada jari tangan dan kaki. Sedangkan untuk pakaian adat Madura anak anak perempuan sama dengan pakaian untuk orang dewasa namun hanya berbeda ukuran dan juga penggunaan aksesori yang lebih sedikit.

  1. Pakaian Madura Pesa’an

pakaian-adat-madura
Baju Pesa’an Madura (sumber gambar: imgrumweb.com)

Berbeda dengan kebaya Madura yang kental akan nilai historis dan juga terkesan kuno, busana atau pakaian adat pesa’an dikenal sebagai pakaian adat Madura modern yang sudah sering dijumpai saat ini. Busana ini terdiri dari atasan dan juga bawahan yang sama-sama berwarna hitam dan lebih longgar. Biasanya busana ini digunakan bersama dengan kaos berwarna belang merah dan putih. Sedangkan untuk bawahan menggunakan celana berukuran besar serta memiliki panjang sebatas lutut. Busana pesa’an ini lazim digunakan oleh kalangan pria.

  1. Batik Madura

batik-madura
Batik Madura (sumber gambar: infobudayaindonesia.com)

Sama dengan beberapa daerah di Indonesia lainnya, Madura juga memiliki batik dengan corak yang khas. Dari sejarahnya, batik Madura sudah ada sejak zaman Kerajaan Pamelingan di abad ke-16 dan 17 yang digunakan oleh Raden Azhar ketika perang atau untuk kesehariannya. Pada saat itu, motif yang paling banyak digunakan pembesar adalah motif parang atau dalam bahasa Madura disebut leres. Batik dengan motif ini diperkenalkan oleh Adipati Sumenep sehingga terkenal di seluruh Madura hingga saat ini. Namun pada umumnya, motif bebas dan beragam sehingga para pengrajin juga bisa bebas berkreasi. Beberapa motif lain yang terkenal diantaranya adalah karaben, sakereh, kempeng salederih, padih kepa dan juga manik-manik yang menjadi motif batik Madura yang sudah dipatenkan. Ada juga motif lainnya seperti tanaman, keong mas, sekarjagat, daun memba, hewan, gorek basi dan kombinasi bentuk lain sesuai dengan kreativitas pengrajinnya.

Warna yang digunakan pada batik Madura juga terkesan sangat kuat dan berani. Para pengrajin biasanya menggunakan bahan pewarna alami yang disebut dengan soga alam. Beberapa bahan alami yang digunakan adalah mengkudu untuk warna merah, daun tarun untuk warna biru, kulit mundu ditambah tawas untuk warna hijau, dan sebagainya. Efek terang atau gelap kain nantinya juga tergantung dengan lama proses merendam yang biasanya menghabiskan waktu hingga 3 bulan dan bahkan ada yang sampai 1 tahun. Semakin lama proses perendaman dilakukan maka akan semakin tahan lama dan semakin gelap warna yang dihasilkan.

  1. Baju Sakera

pakaian-adat-madura-sakera.
Baju Sakera Madura (sumber gambar: kostumkarnavalkartinian2018.blogspot.com)

Baju yang satu ini juga menjadi salah satu pakaian adat Madura yang serupa dengan baju pesa’an. Yakni perpaduan antara celana hitam longgar dan kaos bergaris merah dan putih atau merah dan hitam. Sebagai pelengkap digunakan pula penutup kepala, kain sarung dan ikat pinggang yang biasanya digunakan para laki-laki baik pada acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Gaya kaos bergaris yang sangat khas dengan masyarakat Madura ini terinspirasi oleh pelaut asal Eropa namun tetap memiliki makna tersendiri bagi rakyat Madura. Garis merah putih atau merah hitam memperlihatkan sikap tegas yang dimiliki masyarakat Madura. Mereka juga memiliki semangat juang yang tinggi ketika sedang menghadapi segala sesuatu.

  1. Busana Untuk Cak Dan Ning
Baju-Adat-Madura
Pakaian Beskap dan Kebaya Madura (sumber gambar: dentmasoci.com)

Setiap tahunnya, di Madura diadakan kontes cak dan ning. Dimana kontes diikuti oleh mereka para pemuda dan gadis. Pemuda dan gadis akan menggunakan pakaian khas yang sudah terkenal sejak dahulu dan menjadi pakaian adat daerah mereka yakni Madura. Pakaian adat ini merupakan perpaduan dari beskap atau jas tutup yang digunakan sebagai atasan, jarik untuk bawahan, kuku macan sebagai hiasan yang akan digantung di saku beskap, terompah dan juga sapu tangan berwarna merah. Sedangkan untuk para wanitanya menggunakan kombinasi kebaya untuk atasan, jarik untuk bawahan, kerudung lengkap dengan renda dan banyak aksesori tambahan lainnya. Diantaranya adalah selendang, selop, anting dan juga gelang.

Sementara untuk acara resepsi pernikahan, kedua mempelai juga menggunakan busana yang berbeda pula. Dimana corak dan warna yang dipakai mempelai wanita dan mempelai pria sama yakni berwarna hitam sebagai dasar dan warna merah untuk motif hiasan. Penggunaan pakaian adat ini dilengkapi dengan penutup kepala dan rangkaian bunga melati yang dikalungkan pada leher mempelai pria dan digantungkan pada sanggul untuk mempelai wanita.

Di zaman yang kini sudah semakin modern ini pakaian adat Madura juga mengalami banyak perubahan, sekarang biasanya menggunakan busana atau pakaian adat modern khas Madura ini dikenakan saat festival atau pesta. Pakaian ini dikenal dengan corak dan warna yang kontras ditambah dengan aksesori terbuat dari emas yang dikenakan di rambut sampai kaki para wanita Madura. Perbedaannya dengan kaum pria adalah penggunaan aksesori yang tidak terbuat dari bahan emas. Hal ini disebabkan karena dalam ajaran Islam yang menjadi agama mayoritas masyarakat Madura melarang para laki-laki menggunakan emas baik untuk perhiasan atupun hal lainnya.