Senjata Tradisional Jawa Tengah, Alat Pertahanan Diri Suku Jawa

Posted on
senjata-tradisional-jawa-tengah
Keris (sumber gambar: asyraafahmadi.com)

Senjata Tradisional Keris – Kebudayaan lokal yang dimiliki oleh setiap daerah memang memiliki ragam yang sangat banyak, hal ini ditunjukkan dalam beberapa sisi kehidupan. Ada banyak hal yang menjadikan suatu daerah unik mulai dari rumah adat, pakaian adat, hingga senjata tradisional. Berbicara tentang senjata tradisional, tentu saja tidak asing dengan senjata tradisional dari daerah Jawa Tengah. Senjata tradisional ini juga menjadi salah satu jenis senjata ciri khas tradisional Nusantara. Pada dasarnya senjata dari Jawa Tengah hampir sama dengan senjata khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hanya saja yang menjadi pembeda diantara kedua senjata tradisional dari daerah-daerah tersebut.

Perbedaan ini terletak pada ornamen dan bentuk senjata tradisional tersebut. Misalnya saja adalah keris, senjata yang satu ini sudah dianggap sebagai lambang kekuatan hampir di seluruh tanah Jawa. Secara bentuk memang keris memiliki perbedaan dari senjata-senjata yang ada di Tanah Air. Namun dari segi fungsi tentu saja sama karena sama-sama memiliki mata yang tajam sehingga bisa digunakan untuk memotong atau menusuk. Selain keris yang populer di kalangan masyarakat Jawa, berikut merupakan nama-nama senjata khas dari Jawa Tengah.

Nama-Nama Senjata Tradisional Jawa Tengah

  1. Wedhung

senjata-tradisional-jawa-tengah
Wedhung (sumber gambar: budayajawa.id)

Mungkin nama senjata yang satu ini terbilang cukup asing di kalangan masyarakat Jawa Tengah, padahal keberadaan senjata wedhung menjadi salah satu senjata yang kerap digunakan pada zaman dahulu. Pada zaman kerajaan banyak yang menggunakan wedhung sebagai senjata tusuk. Bentuk dari senjata ini hampir sama dengan pisau yang hanya memiliki satu bilah mata yang sangat tajam. Wedhung dilengkapi dengan kerangka yang terbuat dari kayu jati.

  1. Keris

senjata-tradisional-jawa-tengah
Keris (sumber gambar: asyraafahmadi.com)

Senjata yang satu ini begitu populer di kalangan masyarakat Jawa Tengah dibandingkan dengan senjata-senjata tradisional khas Jawa Tengah lainnya. Bentuk dari keris ini juga tidak asing karena banyak dijumpai hingga saat ini. Keris sendiri merupakan senjata tradisional yang bernilai seni tinggi. Tak jarang oleh masyarakat Jawa kuno dipercaya bahwa setiap keris memiliki nilai dan kekuatan magis tersendiri. Daya serang dari keris ini dapat melumpuhkan musuh. Bahkan senjata ini tidak boleh dianggap remeh. Zaman dahulu, keris ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk menjadi identitas keluarga, kelompok, maupun identitas diri sendiri. Pada masa kerajaan, keris yang dimiliki oleh perwira dan masyarakat biasa juga berbeda.

Senjata tradisional khas Jawa Tengah ini bisa ditemukan dalam berbagai bentuk mulai dari yang tanpa lekukan pada batangnya ataupun yang memiliki lekukan berjumlah 3, 5, 7, dan seterusnya. Bahkan banyak kalangan wisatawan luar Negeri yang mengoleksi keris untuk dijadikan sebagai bentuk rasa kekaguman dari bentuk cetakan yang tercetak pada keping. Keris sendiri merupakan senjata yang mendapatkan pengaruh dari bangsa Melayu. Selain Jawa Tengah, ada beberapa daerah lain yang juga memiliki benda yang cenderung khas dengan bangsa Melayu seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Bali.

  1. Tombak

senjata-tradisional-jawa-tengah
Tombak (sumber gambar: dewisundari.com)

Jika melihat film kolosal yang menggambarkan adat Jawa masa lalu tentu tidak asing saat melihat para serdadu kerajaan menggunakan tombak dan menggunakan perisai untuk dijadikan sebagai pelindung diri. Senjata yang satu ini memang banyak digunakan pada masa lalu terlebih di era kerajaan, namun saat ini sudah jarang dijumpai penggunaan tombak di kalangan masyarakat umum. Bahkan di kalangan ada satu tombak yang dikeramatkan dan sangat populer di kalangan masyarakat Jawa yakni Tombak Kyai Pleret.

  1. Thulup

senjata-tradisional-jawa-tengah
Thulup (sumber gambar: asyraafahmadi.com)

Pada masyarakat Kalimantan Barat khususnya penduduk Dayak menggunakan senjata ini saat sedang berburu. Berbeda halnya dengan thulup yang ada di tanah Jawa, suku Dayak menyebut senjata ini dengan nama sumpit sedangkan masyarakat Jawa dikenal dengan nama thulup. Namun dari segi ukuran, thulup lebih pendek dibandingkan dengan sumpit khas suku Dayak. Cara menggunakan thulup ini dengan cara ditiup dan dilengkapi dengan anak thulup yang dijadikan sebagai pelurunya. Ada pula yang menambahkan racun dengan cara merendam pada anak thulup dalam cairan racun untuk memberikan efek bahaya.

  1. Plintheng

senjata-tradisional-jawa-tengah-keris
Plintheng (sumber gambar: adat-tradisional.blogspot.com)

Plintheng merupakan salah satu senjata tradisional khas Jawa Tengah yang sering dijadikan sebagai alat permainan anak-anak pada zamannya. Dalam istilah modern, plintheng disebut juga dengan nama ketapel. Senjata ini terbuat dari kayu, selembar kulit hewan dan dua buah karet. Biasanya sebagai peluru digunakan kerikil atau batu kecil. Cara menggunakan plintheng ini adalah dengan menaruh bebatuan atau kerikil di kulit yang telah ditali oleh karet, lalu menariknya dan dilepaskan sesuai dengan arah yang ingin dituju.

  1. Condroso

senjata-tradisional-jawa-tengah
Condroso (sumber gambar: budayajawa.id)

Dahulu, wanita-wanita di daerah Jawa terkenal sangat mandiri dan mampu menjaga dirinya dengan sangat baik. Bahkan para wanita Jawa juga fasih dalam menggunakan senjata. Salah satu senjata yang kerap digunakan oleh wanita Jawa adalag condroso, senjata ini biasanya digunakan untuk melindungi diri dari kejahatan yang tidak diinginkan. Namun senjata ini tidak memiliki bentuk layaknya senjata pada umumnya, condroso merupakan senjata yang bentuknya lebih mirip dengan tusuk konde sehingga para wanita bisa menggunakannya dengan mudah. Condroso biasanya juga digunakan sebagai tusuk konde oleh masyarakat Jawa kuno sebagai bentuk penyamaran jika seorang wanita membawa senjata. Banyak wanita Jawa kuno yang menata rambutnya dengan cara disanggul, tusuk konde dijadikan sebagai aksesoris. Meski tidak terlalu berbahaya seperti senjata lainnya, condroso mampu melukai musuh dalam keadaan mendesak.

Pada dasarnya senjata-senjata tradisional tersebut tidak hanya mudah dijumpai pada masyarakat Jawa Tengah saj, namun juga menjadi senjata tradisional yang dijumpai di daerah Jawa Timur dan DIY. Senjata-senjata tradisional yang ada di Pulau Jawa sendiri tentu tak lepas dari adanya beberapa kerajaan besar yang pernah berjaya di Tanah Jawa. Adalah Kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan lainnya yang seakan menjadi pengaruh adanya senjata khas masyarakat Jawa. Terlebih di daerah Jawa Tengah dikenal dengan teknologi persenjataan yang lebih maju dibandingkan dengan wilayah lain yang ada di Nusantara. Meskipun demikian, banyak dari senjata-senjata tersebut yang kini sudah mulai punah dan hanya beberapa saja yang tersisa.

Biasanya sisa-sisa peninggalan kerajaan termasuk senjata tradisional semacam ini bisa ditemui di museum-museum atau cagar budaya lainnya, namun tentu saja tidak selengkap pada zaman dahulu. Pusaka yang akan mudah ditemui hingga saat ini adalah keris yang masih ada beberapa keris bersejarah yang disimpan dalam museum atau cagar budaya khususnya di Jawa Tengah. Selain itu, banyak juga beberapa budayawan yang menjadikan keris sebagai salah satu koleksi. Selain dianggap bersejarah, banyak kalangan yang menyebutkan jika sebuah keris akan memiliki nilai magis tersendiri terlebih jika dirawat dengan baik. Tak heran jika banyak kalangan yang terkadang melakukan ritual khusus dengan keris atau pusaka tradisional lainnya yang mereka miliki.