Senjata Tradisional Sumatera Selatan, Alat Pertahanan Diri Masyarakat Setempat

Posted on
senjata-tradisional-sumatera-selatan
tombak trisula (sumber gambar: asyraafahmadi.com)

Senjata Tradisional Tombak Trisula – Perkembangan budaya Sumatera Selatan hingga saat ini telah banyak melewati fase yang menjadi catatan sejarah. Keberadaan provinsi yang satu ini tentu saja tak lepas dari salah satu Kerajaan yang sangat besar dan berpengaruh di Tanah Air pada masanya. Ya, sejarah yang ada di Sumatera Selatan sampai saat ini masih erat dihubungkan dengan masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya pada masa silam. Karenanya, tidak bisa dipungkiri jika budaya dan sejarah masyarakat Sumatera Selatan sedikit banyak mendapat pengaruh dari peradaban Kerajaan Sriwijaya.

Pengaruh ini dapat dilihat dari bermacam-macam peninggalan sejarah yang berupa benda, misalnya saja adalah rumah adat, pakaian adat, hingga perkakas dan senjata tradisional. Berbicara tentang senjata tradisional, tentu saja alat yang satu ini digunakan oleh masyarakat untuk melindungi diri sebab cerita sejarah menyebutkan jika Indonesia pernah menjadi kawasan jajahan dari bangsa Eropa. Selain itu, keberadaan senjata tradisional dahulu juga digunakan untuk mempermudah tata cara pertanian mengingat memang mayoritas penduduk Indonesia sejak dahulu dikenal berprofesi sebagai petani.

Sejarah juga mengatakan jika masyarakat asli provinsi Sumatera Selatan merupakan golongan pemberani. Penduduknya sangat kuat dalam menjaga harkat dan martabat diri, bahkan untuk mempertahankan hal ini mereka tak segan untuk berkelahi atau bermusuhan. Lantaran alasan inilah, banyak ditemui keberadaan senjata tradisional dari daerah Sumatera Selatan yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Senjata tradisional yang ada di daerah Sumatera Selatan terbilang cukup beragam dan memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri antara satu dan lainnya.

Senjata Tradisional Sumatera Selatan

Tombak Trisula

senjata-tradisional-sumatera-selatan
tombak trisula (sumber gambar: asyraafahmadi.com)

Senjata tradisional yang pertama dari Sumatera Selatan adalah tombak trisula. Senjata tradisional ini bahkan menjadi ikon budaya provinsi Sumatera Selatan. Tombak trisula merupakan sebuah tombak kayu setinggi orang dewasa yakni sekitar 180 sentimeter. Dahulunya, senjata ini dikisahkan menjadi senjata utama prajurit Kerajaan Sriwijaya untuk berperang dan mempertahankan diri. Penelusuran arkeologi yang dilakukan oleh para ahli sejarah menyebutkan jika masyarakat Sumatera Selatan mulai mengenal senjata ini usai budaya Hindu Siwa masuk ke Indonesia.

Kerjaan Sriwijaya yang pada masa keemasannya menguasai jalur perdagangan Asia Tenggara merupakan pusat sejarah keberadaan senjata ini di daerah Sumatera Selatan. Sebab kemajuan Sriwijaya di masa lalu memungkinkan adanya akulturasi budaya dengan mudah. Masyarakat asli Sumatera Selatan bisa dengan mudah bertemu dengan para pedagang Hindu yang mana mereka tidak hanya dalam rangka dagang, namun juga dalam misi untuk mengajarkan agamanya kepada masyarakat luas. Dalam mitologi Hindu, tombak trisula ini memang dikenal sebagai salah satu senjata yang selalu dibawa oleh salah satu Dewa yang mereka puja yakni Dewa Siwa. Tombak ini juga memiliki nilai moral tersendiri yang menjadi perlambang keberanian dan kebijaksanaan. Masyarakat Sumatera Selatan sendiri sering menyebut senjata ini dengan istilah serampang.

Keris

senjata-tradisional-sumatera-selatan
keris palembang (sumber gambar: disiniaja.net)

Keris nyatanya tak hanya menjadi senjata tradisional yang sangat populer di Pulau Jawa. Beberapa kawasan sub etnis Melayu lainnya juga mengenal senjata tikam ini di dalam budaya leluhurnya, termasuk juga di daerah Sumatera Selatan. Kendati memang bentuknya sama dengan keris pada umumnya yang ada di Pulau Jawa, namun keris yang ada di daerah Sumatera Selatan memiliki ciri khas tersendiri. Yaitu jumlah lekukan yang ada pada keris selalu berjumlah ganjil yakni 7 atau 13 liuk dengan sudut yang lebar. Itulah mengapa keris khas Sumatera Selatan cenderung lebih panjang dan lancip. Di masa silam keris dipakai para pembesar, bangsawan, dan punggawa kerajaan Sriwijaya sebagai sarana pertolongan diri. Namun saat ini keris digunakan sebagai aksesori pakaian adat Sumatera Selatan bagi para pengantin pria. Fungsi ini tentu saja sama dengan keris yang ada di Pulau Jawa yang selalu disematkan pada pakaian adat pengantin pria.

Senjata Tradisional Skin

senjata-tradisional-sumatera-selatan
skin (sumber gambar: porospos.com)

Senjata asal Sumatera Selatan yang disebut skin ini diperkirakan adalah akulturasi dari budaya setempat dengan budaya yang berasal dari pedagang Tionghoa dan Asia Tmur di masa lalu. Senjata ini jika dilihat sekilas mirip dengan kerambit khas Sumatera Barat, namun ukurannya lebih kecil dan mempunya 2 bilah tajam. Senjata tradisional ini memiliki masa pisau yang tajam dan melengkung. Bahan yang digunakan untuk membuat skin adalah baja berkualitas, sedangkan pada bagian pegangannya menggunakan kayu yang dibaut atau direkatkan pada bilah yang tidak tajam. Di ujung pegangannya terdapat lubang yang dipakai untuk memudahkan penggunaan senjata ini dengan jari. Skin termasuk senjata yang dipakai dalam jarak dekat, biasanya seseorang hanya memakai senjata ini dalam kedaan terdesak.

Khudok

senjata-tradisional-sumatera-selatan
khudok (sumber gambar: sejarah-negara.com)

Senjata tradisional Sumatera Selatan ini merupakan salah satu senjata yang berasal dari daerah hulu. Tepatnya dalam budaya masyarakat Pagar Alam, bahkan senjata ini terbilang masih tetap eksis hingga sekarang. Senjata ini bernama khudok. Khudok adalah sebilah pisau kecil yang bentuknya sama dengan badik yang dikenal di daerah Lampung. Bilahnya ditempa dari material logam berkualitas, sedangkan bagian gagang dan sarungnya dibentuk dari kayu jati. Khudok kerap dibawa oleh para pria kemanapun pergi dengan tujuan untuk menjaga diri. Kebiasaan membawa khudok bagi para bujang atau pria yang belum menikah sampai saat ini masih tetap dipertahankan. Kebiasaan ini terus diturunkan kepada generasi muda di budaya masyarakat Pagar Alam hulu.

Klewang

senjata-tradisional-sumatera-selatan
klewang (sumber gambar: tahupedia.com)

Salah satu senjata tradisional yang juga terdapat di daerah Sumatera Selatan adalah klewang. Senjata ini berupa pedang bermata satu yang memiliki ukuran cukup panjang. Dilihat dari bentuknya, klewang hampir mirip dengan golok dan kampilan. Klewang memiliki ukuran yang cukup bervariasi yakni antara 38 hingga 76 sentimeter. Modelnya ada yang dibuat lurus ada pula yang dibuat panjang melengkung. Meski senjata ini berasal dari daerah Sumatera Selatan, namun catatan sejarah juga mencatat jika klewang merupakan salah satu senjata yang digunakan oleh masyarakat saat Perang Aceh. Klewang juga sangat efektif jika digunakan dalam pertarungan jarak dekat.

Senjata tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Selatan terbilang tidak sebanyak dengan senjata-senjata tradisional yang ada di Pulau Jawa misalnya. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah maupun orang tua untuk memberitahukan kepada generasi muda akan keberadaan senjata tradisional yang diwariskan oleh para leluhurnya. Terlebih keberadaan senjata tradisional yang ada di daerah Sumatera Selatan erat kaitannya dengan masa kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara pada zamannya yakni Kerajaan Sriwijaya. Tentu saja para generasi muda harus mengetahui ini sebagai ciri khas dan kearifan lokal yang bisa ditularkan mulut ke mulut sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Selatan di kancah nasional hingga internasional.