Tari Adat Riau, Kesenian yang Diadobsi Dari Budaya Melayu Modern

Posted on
tari-adat-riau
tari makan sirih (sumber gambar: budayamelayu-riau.blogspot.com)

Tari Zapin – Banyak daerah yang ada di Pulau Sumatera memiliki kebudayaan yang terpengaruh dari kebudayaan Melayu. Hal ini memang sudah terjadi sejak zaman dahulu dan diwariskan sebagai peradaban yang tak ternilai harganya di tanah Sumatera. Salah satu wilayah pulau terpanjang di Nusantara yang mewarisi budaya tersebut adalah Riau dan Kepulauan Riau. Ada begitu banyak peninggalan kebudayaan Melayu yang ada di daerah tersebut, bBahkan banyak kesenian tradisional di daerah Riau yang mendapat pengaruh dari budaya Melayu. Salah satunya adalah tarian tradisional dari daerah Riau.

Tari Tradisional Riau

Tari Gamelan

tari-adat-riau
tari gamelan (sumber gambar: mandorblogger.blogspot.com)

Tari gamelan adalah kesenian adat Riau yang dipersembahkan pertama kali pada tahun 1811 di Pekan Pahang untuk upacara persandingan Tengku Hussain, yakni Putera Sultan Abdul Rahman yang memerintah Lingga dengan Wan Esa yang merupakan adik perempuan pada Bendahara Ali dari Pahang. Menurut Tengku Mariam, pada awalnya tarian ini teridir dari 77 gamelan dan kini hanya tersisa 33 jenis gamelan saja. Diantara jenis dari gamelan tersebut adalah kending gajah, kunang kunang mabuk, silatin, galuk merajuk, ayak ayak, la mbang sari, ketam renjung, dan sebagainya. Tarian adat Riau ini dilakukan oleh para wanita dengan lemah gemulai yang mengandung unsur Melayu dan budaya Jawa di dalamnya.

Tari Makan Sirih

tari-adat-riau
tari makan sirih (sumber gambar: budayamelayu-riau.blogspot.com)

Dalam kebudayaan masyarakat Riau tarian ini sering juga disebut dengan istilah tari persembahan. Biasanya tarian ini dipersembahkan untuk para tamu Negara atau tamu agung. Saat tarian berlangsung ada salah satu penari yang membawa kotak berisi daun sirih yang akan dibuka dan tamu yang dianggap agung tersebut akan mendapatkan kesempatan pertama untuk mengambil sirih tersebut sebagai penghormatan. Sirih yang digunakan tidak hanya sebagai pelengkap semata, namun juga memiliki makna yang mendalam. Sirih sendiri dianggap sebagai salah satu simbol untuk mendekatkan pergaulan sehingga meningkatkan kesadaran sosial antar manusia. Tarian ini biasanya dilakukan oleh 5 hingga 9 orang penari. Salah satu diantara penari dianggap istimewa, yakni penari yang membawa tepak yang berisi daun sirih untuk persembahan tamu. Tepak tersebut mengandung filosofis tinggi sebab tamu yang diberikan sirih dan tidak memakannya maka akan dianggap tidak sopan.

Gerakan pada tari makan sirih sangatlah sederhana dan bertumpu pada gerakan tangan serta kaki. Meski awalnya tarian ini dilakukan oleh para remaja, namun kini tarian ini juga bisa dilakukan oleh orang yang lebih tua. Untuk busana penari perempuan menggunakan baju adat bernama baju kurung telu belanga. Pada bagian kepala terlihat mahkota lengkap dengan hiasan berbentuk bunga serta pernak-pernik seperti dokoh, anting, dan juga gelang. Sedangkan untuk bagian tubuh akan dibalut kain songket berwarna cerah.

Tari Melemang

tari-adat-riau
tari melemang (sumber gambar: belajarakubisa.blogspot.com)

Tarian ini berasal dari Kepulauan Riau yang sudah dikenal sejak abad ke-12. Pada waktu itu, melemang bukanlah sebuah tarian untuk rakyat biasa namun hanya bisa dilakukan di istana yang dilakukan oleh para dayang istana seperti daerah Tanjungpisau Penaga yang dipersembahkan waktu raja sedang berisitirahat. Saat tarian ini ditampilkan maka akan memperlihatkan kecakapan para penari ketika mengambol sesuatu seperti uang receh, sapu dan lainnya. Caranya yakni melemang dengan berdiri sambil membungkukkan badan ke arah belakang. Tarian ini setidaknya dilakukan oleh 14 orang yang berperan sebagai raja, permaisuri, putri, 4 pemusik, 6 penari, dan 1 penyanyi. Keempat pemusik tersebut adalah pemain kodia atau arkodion, pemukul gong, pemain piul atau biola, dan juga penabuh tambur. Sedangkan untuk busana yang digunakan adalah teluk belanga dan baju kurung sesuai dengan perannya.

Tari Zapin Matahari

tari-adat-riau
tari zapin matahari (sumber gambar: kenali budaya.info)

Pada awalnya tarian ini berasal dari daerah Arab tepatnya di Yaman yang digunakan sebagai tarian hiburan di kalangan istana. Kemudian, tarian ini dibawa oleh Hadramut di awal abad ke-16 ke Johor, Riau, Singapura, dan Brunei Darussalam. Dalam perkembangannya, tarian zapin matahari sangat kental dengan adat Melayu. Tari ini merupakan tarian dari Riau yang dulunya hanya dilakukan oleh kalangan pria karena diciptakan atas dasar unsur sosial masyarakat penduduk. Tidak hanya sebatas ekspresi, akan tetapi wajah batiniah serta ekspresi kultural juga bisa didapatkan. Untuk busana yang digunakan oleh para penari zapin matahari sendiri adalah baju kurung cekak musang dan seluar, kain samping atau soket plekat, kopiah, dan bros. Sedangkan untuk penari wanitanya menggunakan kostum berupa baju kurung labuh, kain songket, kain samping, tudung manto atau selendang, kembang goyang, dan sanggul.

Tari Kuda Kepang

tari-adat-riau
tari kuda kepang (sumber gambar: youtube.com)

Tarian yang satu ini pada dasarnya juga menjadi salah satu warisan budaya Jawa, namun juga sangat terkenal di kalangan masyarakat Kepulauan Riau. Tarian ini bercerita tentang peperangan Rasullulah dan juga para sahabatnya yang dimainkan oleh penari berjumlah 25 orang, setiap penari memiliki peran masing-masing. Tarian tradisional Riau ini diiringi dengan alat musik angklung, gendang, dan gong. Sedangkan untuk pelengkap yang digunakan adalah kuda-kudaan, cambut atau pecut, dan juga tali sepanjang 30 meter. Tari kuda kepang akan diiringi dengan musik khas Jawa diantaranya adalah jidor, saron, peking, dan binang. Busana yang digunakan juga hampir sama dengan tari kuda kepang yang ada di masyarakat Jawa yakni tanjak, ketopang, dan kain samping.

Tari Rentak Bulian

tari-adat-riau
tari rentak bulian (sumber gambar: kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Tari tradisional ini tidak dipertunjukkan secara massal sebab biasanya hanya dilakukan pada saat upacara Bulean yakni salah satu acara pengobatan tradisional yang sangat sakral bagi masyarakat Riau khususnya masyarakat Talang Mamak. Pengobatan ini nantinya akan dipimpin oleh seorang dukun besar yang disebut dengan Kumantan dan diringi dengan musik serta bunyi-bunyian ketabung, tetawak, dan gendang. Tarian ini memiliki banyak fungsi seperti sarana pengobatan, tolak bala, betimbang adat atau melanggar adat, membuang sumbang, mematikan tanah, mengamankan binatang buas yang sedang mengambuk, mengangkat kumantan yang baru atau pemimpin baru dan sebagainya.

Tari Masri

tari-adat-riau
tari masri (sumber gambar: youtube.com)

Tari masri merupakan jenis kesenian tradisional yang mengadopsi dari budaya Melayu modern. Tarian ini mendapatkan pengaruh dari Negara Timur Tengah baik dari segi gerak tari, pakaian dan musik pengiringnya. Tarian ini biasanya ditampilkan para penari perempuan yang terkadang menari sambil memegang kerincing. Properti yang dibawa penari dalam menarikan tarian ini adalah hadrah yakni sejenis alat musik kompang yang berukuran lebih kecil serta memiliki kepingan logam di bagian tepi, material tersebut menimbulkan bunyi setiap kali diguncangkan. Tari masri biasanya diperagakan oleh masing-masing 4 orang penari pria dan wanita.

Masuknya budaya Melayu yang sampai saat ini menjadi ciri khas dari budaya yang ada di tanah Sumatera menjadikan keberagaman yang ada di Indonesia semakin banyak. Meski mendapat pengaruh dari kebudayaan luar, namun setiap kebudayaan utamanya dalam tarian daerah mengandung nilai-nilai dan makna yang mendalam sesuai dengan kepribadian bangsa. Tak heran jika sampai saat ini pemerintah terus gencar menggaungkan agar para generasi muda melestarikan kebudayaan. Nyatanya, di era modern ini sudah banyak tarian tradisional yang mengalami banyak perubahan. Asalkan perubahan ini tidak mengurangi esensi atau nilai-nilai luhur yang ada di setiap gerakan serta komposisi pada tarian tersebut.