Tari Tradisional Maluku, Warisan Budaya Daya Tarik Wisatawan

Posted on
tari-tradisional-maluku
tari bambu gila (sumber gambar: pemudafm.com)

Tari Bambu Gila – Ada banyak keunikan yang bisa dijumpai di setiap wilayah yang ada di Indonesia, misalnya saja untuk kesenian tradisional dari provinsi Maluku. Kesenian tradisional Maluku tercermin dalam tarian tradisional khas daerah Maluku. Tak hanya memiliki ciri khas tertentu, tarian tradisional ini juga memiliki nilai dan makna sosial budaya yang begitu kental. Berperan sebagai warisan budaya, seni tari daerah Maluku bisa menjadi daya tarik bagi kalangan wisatawan agar segan untuk berdatangan ke daerah yang beribu kota di Ambon ini.

Berbicara soal tarian tradisional, Maluku mempunyai beberapa jenis tarian yang populer. Sebut saja tarian bambu gila yang sering menjadi pertunjukan dan diliput media. Meski demikian bukan hanya tarian bambu gila saja, ada juga jenis tarian lainnya yang juga membawa nama Maluku termasyur di kancah Nasional. Berikut merupakan daftar tarian khas Maluku:

Ragam Tari Tradisional Maluku

Tari Gumatere

tarian-tradisional-maluku-utara
tari gumatere (sumber gambar: sumber.com)

Tarian ini merupakan kesenian tradisional rakyat Morotai yang dimaksudkan untuk meminta petunjuk terhadap suatu persoalan maupun fenomena alam yang sedang terjadi. Saat dilakukan pertunjukkan, tari gumatere ini dibawakan sekitar 30 orang penari pria dan wanita. Para penari pria memakai tomban dan pedang sebagai propertinya, sedangkan penari perempuan akan menggunakan lenso. Keunikan dari tarian ini adalah seorang penari akan menggunakan kain berwarna hitam, nyiru, dan lilin. Perannya adalah untuk melakukan ritual guna meminta petunjuk atas suatu kejadian. Hal inilah yang membuat tarian ini kental dengan nuansa magis.

Tari Saureka-Reka

tari-tradisional-maluku
tari saureka reka (sumber gambar: antarfoto.com)

Tarian ini juga memiliki nama lain yakni tari gaba-gaba (pelepah pohon sagu). Tarian tradisional Maluku yang satu ini sebenarnya lebih mirip dengan permainan engklek. Yang menjadi pembeda adalah jika permainan engklek sang pemain harus melompat dan tidak boleh menginjak garis. Namun dalam tarian sareka-reka ini pemain harus melompat dan mmengikuti sekaligus menghindri hentakan gaba-gaba. Kelincahan kaki dan fokus dari para pemain sangat dituntut pada tarian ini. Jumlah penarinya bisa berjumlah 8 orang penari. Dimana 4 penari laki-laki bertugas menghentakkan gaba-gaba dan 4 penari perempuan yang menari diantara gaba-gaba dengan mengikuti irama tifa dan ukulele.

Tari Lenso

tari-tradisional-maluku
tari lenso (sumber gambar: goodnews.fromindonesia.id)

Ini merupakan jenis tarian pergaulan dari masyarakat Maluku yang sangay identik dengan para pemuda yang ada di daerah Maluku. Konon, tarian ini sering dijadikan sebagai media untuk mencari pasangan hidup. Jumlah penarinya bisa 6 hingga 10 orang dengan iringan musik Tambur Minahasa, suling, tetengkoren, dan kolintang.

Tari Cakalele

tari-tradisional-maluku
tari cakalele (sumber gambar: indomenari.blogspot.com)

Tari tradisional Maluku ini biasanya dibawakan oleh sepasang penari pria dan wanita. Tari cakalele merupakan tarian perang dengan iringan musik dari tifa, bia, dan suling. Tarian ini biasa ditampilkan dalam rangka menyambut tamu atau dalam perayaan adat. Pakaian warna merah dan kuning menjadi kostum penari pria dengan atribut berupa parang dan tameng, sedangkan penari wanita menggunakan pakaian putih sembari menggenggam sapu tangan di kedua tangannya.

Tari Bambu Gila

tari-tradisional-maluku
tari bambu gila (sumber gambar: pemudafm.com)

Tarian yang satu ini juga cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kepopuleran tarian ini dikarenakan nuansa mistis yang diyakini menyelimuti tarian ini. Tari bambu gila dibawakan oleh 6 orang pria yang memegang batang bambu panjang yang ‘hidup’. Makna dari kata ‘hidup’ inilah yang membuat nuansa mistis semakin terasa. Pasalnya, bambu yang digunakan tidak sembarang bambu. Namun bambu yang sudah dibacakan mantera-mantera khusus sehingga para penari akan bergerak dinamis mengikuti gerakan bambu gila yang berguncang-guncang. Meskipun kental dengan nuansa mistis, namun tarian ini memiliki nilai filosofi tersendiri bagi masyarakat Maluku. Gerakan tarian bambu gila terlihat sangat kompak melambangkan jiwa persatuan dan gotong-royong yang tertanam dalam budaya masyarakat Maluku.

Tari Poco-Poco

tari-tradisional-maluku
tari poco poco (sumber gambar: youtube.com)

Hampir semua kalangan masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan tarian ini bukan? Ya, tari poco-poco memang sangat populer baik di kalangan anak-anak hingga dewasa. Tarian yang populer sejak tahun 2000 ini sangat khas dan mudah diikuti gerakannya. Padahal sebelumnya tarian ini hanya dijadikan sebagai gerakan senam di kalangan militer saja. Seiring dengan berjalannya waktu, tari poco-poco mulai dikembangkan menjadi sebuah tarian yang digemari seluruh masyarakat Indonesia. Lagu pengiring tarian ini juga berjudul ‘Poco-Poco’ yang diciptakan oleh Arie Sapulette seorang musisi asal Ambon. Sampai saat ini, tarian ini masih menjadi andalan bagi para pecinta senam aerobik di Tanah Air.

Tari Salai Jin

tarian-tradisional-maluku-utara
tari salai jin (sumber gambar: indonesiakaya.com)

Tarian ini sangat kental dengan nilai magis karena merupakan tarian khas dari suku asli Ternate. Inti dalam tarian ini adalah sebuah pesan dari para mahkluk gaib yang berupa jin. Ciri khas dalam tarian ini adalah selalu melibatkan mahkluk yang tidak kasat mata. Dahulu tarian ini digunakan oleh nenek moyang masyarakat Ternate untuk berkomunikasi dengan bangsa jin, tujuan dari adanya komunikasi ini adalah untuk meminta bantuan kepada para jin guna menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi manusia. Alasan paling umum yang menjadi alasan tarian ini diadakan adalah penyakit yang sedang diderita oleh seseorang.

Pada pertunjukannya, tari salai jin ini ditampilkan secara berkelompok dan para penari haruslah berjumlah genap. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saat melakukan pertunjukan biasanya para penari akan mengalami kerasukan roh halus yang berupa jin, tradisi ini masih terus terjadi sampai saat ini.

Tari Kabaresi

tari-tradisional-maluku
tari kabaresi (sumber gambar: youtube.com)

Tari tradisional Maluku ini diilhami oleh semangat kepahlawanan dan perjuangan dari Martha Christina Tiahahu yang secara filososi berjuang untuk membela hak-hak pribumi pada masa penjajahan. Tari kabaresi digarap dalam pola lantai yang lincah dan diiringi dengan bunyi rebana, tifa totobuang, toleng-toleng, dan suling bambu.

Tari Orlapei

tari-tradisional-maluku
tari orlapei (sumber gambar: sumber.com)

Tarian khas Maluku ini merupakan sebuah pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Tari orlapei juga sebagai wujud rasa terima kasih dan kegembiraan seluruh masyarakat atas kedatangan tamu yang berkenan menginjakkan kaki ke tanah Maluku. Dalam pertunjukannya, tarian ini diiringi dengan lantunan irama tifa, ukulele, gitar, dan suling bambu. Lantunan irama alat musik tradisional dan lincahnya gerakan penari diharapkan mampu menyampaikan rasa terima kasih kepada tamu kerhormatan yang datang.

Tari Katreji

tari-tradisional-maluku
tari katreji (sumber gambar: kabarternate.com)

Tari Katreji dalam bahasa lain berarti adalah tari pergaulan. Pada umumnya, tarian ini ditampilkan pada upacara-upacara pelantikan pemimpin seperti Kepala Desa, Bupati, dan Gubernur. Tarian khas Maluku ini merupakan sebuah artikulasi dan perpaduan budaya dari Eropa (Protugis dan Belanda) dengan budaya asli Maluku.

Dalam perkembangannya, tarian daerah memang kerap dipertunjukkan dalam acara-acara festival budaya. Tujuannya tentu saja untuk memperkenalkan kebudayaan asli Indonesia sekaligus menjadi ajang bagi generasi muda untuk bisa melestarikan kesenian tari tradisional dari daerah masing-masing. Tak hanya itu, beberapa daerah juga menjadi tarian tradisional mereka sebagai ikon untuk bisa menarik wisatawan agar segan untuk datang ke daerah tersebut. Hal ini rasanya juga cukup berhasil, beberapa daerah juga telah berhasil meningkatkan kedatangan para wisatawan dengan menjadikan tari tradisional sebagai pemikatnya. Selain memiliki gerakan yang lincah dan luwes, beberapa tari tradisional nusantara juga kental dengan nilai magis yang membuat banyak kalangan tertarik untuk melihat dan mempelajari keragaman budaya yang ada di tanah tercinta ini.