Tarian Adat Lampung, Warisan Budaya Sumber Wisata Kota Bandar Lampung

Posted on
tarian-adat-lampun
tari tupping (sumber gambar: reportaselampungnews.blogspot.com)

Tari TuppingLampung merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau Sumatera dengan ibu kota Bandar Lampung. Sejak tahun 1990, kota ini bersama dengan daerah Panjang dijadikan sebagai kota terpadu. Tidak hanya akan akan sederet wisata, Lampung juga memiliki banyak warisan budaya yang salah satunya adalah tarian daerah. Sama dengan tarian daerah yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia lainnya, tarian daerah Lampung juga kental akan nilai-nilai kebudayaan yang dipegang teguh oleh masyarakat sekitar.

Tari tradisional Lampung tidak hanya satu, melainkan terbagi atas beberapa tari yang mempunyai makna yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, berikut akan diulas tentang macam-macam seni tari tradisional dari daerah Lampung:

Seni Tari Tradisional Lampung

Tari Cangget

tarian-adat-lampung
tari cangget (sumber gambar: panoramatravellers.blogspot.com)

Tarian ini sudah berumur cukup tua, sebelum bangsa Jepang datang ke Indonesia para muda mudi Lampung telah mementaskan tarian ini di acara-acara adat. Tepatnya mulai tahun 1942 tarian ini selalu tampil di acara adat seperti upacara mendirikan rumah, panen raya dan saat mengantar seseorang yang akan pergi beribadah haji. Saat pertunjukan tari cangget diiringi dengan beragam alat musik tradisional diantaranya adalah 2 buah gong, 1 buah bende, 1 gendang, 8 hingga 12 lunik, canang, dan 2 pepetuk. Ada beberapa gerakan dalam tarian cangget ini. Nantinya semua orang akan berkumpul tidak hanya untuk mengikuti upacara namun juga saling berkenalan antar sesama.

Selama tarian dilakukan, para orang tua akan memperhatikan gerak gerik muda-mudi yang menari. Beberapa hal yang diperhatikan antara lain adalah kehalusan budi, ketangkasan dan keindahan saat berias dengan pakaian adat Lampung. Sebab tarian ini juga dikenal sebagai salah satu ajang pencarian jodoh bagi pasanga muda. Jika cocok, tak jarang pasangan ini akan terus melangkah ke jenjang pernikahan.

Tari cangget dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah:

  • Tari cangget nyampuk temui: Tarian ini biasanya dibawakan oleh muda-mudi dalam upacara penyambutan tamu yang berkunjung.
  • Tari cangget bakha: Tarian ini dilakukan saat bulan purnama atau sesudah masa panen.
  • Tari cangget penganggik: Tarian ini dipertunjukkan saat menerima anggota baru agas status anak bisa merubah menjadi dewasa sesudah upacara busepei atau ukir gigi.
  • Tari cangget pilangan: Tarian ini dilakukan saat melepas salah satu anggota untuk menikah dan pergi ke luar desa.
  • Tari cangget agung: Tarian ini dilakukan ketika upacara adat pengangkatan kepala adat.

Tari Bedana

tarian-adat-lampung
tari bedana (sumber gambar: lampunggeh.co.id)

Tarian daerah Lampung yang bernama bedana ini adalah tari tradisional yang bertema tentang ajaran agama Islam serta menjadi cerminan kehidupan masyarakat sekitar yang ramah dan terbuka. Sejarah mengatakan jika tari bedana ini mulai berkembang bersamaan dengan masuknya ajaran Islam yang awalnya ditarikan oleh sekelompok pria atau berpasangan. Dulu tarian ini hanya bisa disaksikan oleh anggota keluarga saja. Tarian ini juga dipentaskan saat ada anggota keluarga yang telah hatam Al-Quran, tetapi sekarang tarian ini bisa disaksikan kapan saja.

Tari Melinting

tarian-adat-lampung
tari melinting (sumber gambar: pariwisatalampung.com)

Tarian tradisional ini juga berasal dari daerah Melinting, Kecamatan Labuhan Meringgai, Lampung Timur. Tari tradisional ini juga disebut sebagai kesenian klasik dari daerah Lampung karena sudah ada sejak jaman Islam masuk ke Tanah Air. Kata ‘melinting’ memiliki makna ‘membawa’ yang muncul bersamaan dengan masuknya ajaran Islam. Jika diartikan, tari melinting bermakna membawa misi agama Islam serta dipercaya dibuat oleh Ratu Melinting yang tidak lain adalah pemimpin yang memimpin daerah di Lampung yang bernama Melinting. Awalnya tarian ini juga dikenal sebagai salah satu seni yang sakral sebab dibuat oleh Ratu Melinting. Gerak dari tari melinting ini terdiri dari dua jenis, yakni:

  1. Gerak murni: Merupakan gerakan yang digarap hanya untuk bentuk artistik dan tidak bermaksud untuk menggambarkan sesuatu.
  2. Gerak makanwi Ini merupakan gerakan yang memiliki arti jelas dan sudah melewati distorsi yang banyak digunakan dalam garapan tari non representasional.

Sedangkan untuk gerakan yang digunakan dalam tari melinting dibedakan menjadi gerakan pria dan putri meliputi babar kipas, jong sumbah, sukhung, sekapan balik palau, kenui melayang niduk, salaman, suali, biti batang, luncat kijang, dan juga lapah ayun.

Tari Sigeh Pengunten

tarian-adat-lampung
tari sigeh pengunten (sumber gambar: indonesiakaya.com)

Jenis tarian ini sebenarnya adalah kreasi tarian baru asal Lampung yang menjadi pengembangan dari seni tari sembah yang merupakan tradisi asli Lampung. Berdasarkan peraturan daerah, tarian yang satu ini dijadikan sebagai persembahan saat upacara penyambutan tamu penting. Gerakan pada tari sigeh pengunten ini diambil dari unsur tari tradisional Lampung sehingga bisa mewakili kebudayaan Lampung secara menyeluruh. Lewat tarian ini diharapkan masyarakat luas mau mempelajari kebudayaan asli dari salah satu provinsi di Pulau Sumatera ini. Tarian ini juga ditampilkan dalam upacara resmi seperti prosesi pernikahan.

Tari sigeh pengunten menceritakan tentang kegembiraan atas kedatangan tamu undangan dan merupakan bentuk penghormatan pada tamu undangan yang sudah hadir. Busana yang digunakan dalam tarian ini merupakan unsur asli penari sembar yakni sesapur atau baju kurung berwarna putih, sedangkan untuk bawahannya menggunakan kain tapis yakni kain tenun tradisional khas Lampung. Kain ini tebuat daru katun bersulam emas dan motif tumpai atau pucuk rebung.

Tari Merak

tarian-adat-lampung
tari merak Lampung (sumber gambar: internasional.republika.co.id)

Tari tradisional Lampung ini merupakan salah satu jenis dari tarian untuk menyambut gelar bagi seseorang. Tari merak melambangkan keluhuran budi serta susila dari masyarakat Lampung.

Tari Sembah

tarian-adat-lampung
tari sembah (sumber gambar: indonesiakaya.com)

Jenis tari ini merupakan tarian tradisional khas Lampung yang diadakan saat masyarakat menyambut kedatangan tamu kerhormatan. Tari sembah atau sekapur sirih memperlihatkan tentang rasa gembira yang biasanya juga ada dalam upacara selamatan maras taon dan resepsi. Busana yang digunakan oleh para penari sembah adalah busana asli Lampung seperti yang biasa digunakan oleh suku asli Lampung dengan siger dan tanggai. Tari tradisional sembah mempertontonkan atraksi tabur beras yang sudah dicampur kunyit yang menjadi lambang doa permohonan kegembiraan dan keselamatan untuk orang-orang yang turut hadir dalam pagelaran. Saat ini, tari sembah sudah menjadi salah satu ikon dari provinsi Lampung yang banyak dipentaskan dalam berbagai acara baik tingkat Nasional hingga internasional. Ciri khas tarian ini adalah para penari yang menggunakan kuku panjang terbuat dari emas atau tembaga dan menari dengan lemah gemulai.

Tari Tupping

tarian-adat-lampun
tari tupping (sumber gambar: reportaselampungnews.blogspot.com)

Kesenian tradisional tari tupping pada dasarnya mirip dengan pertunjukkan drama. Tarian ini menggambarkan patriotisme perakuritan pasukan tempur serta pengawal rahasia dari Radin Inten di daerah Kalianda, Lampung Selatan. Gerakan dalam tarian ini memperlihatkan perwujudan tokoh yang kesatria, sakti, pelawak, dan juga tokoh yang bijak. Tupping yang ada di Lampung berjumlah 12 buah dan tidak boleh lebih atau kurang. Tupping oleh masyarakat Lampung diyakini mempunyai memiliki kekuatan mistis dan tidak semua penari bisa menggunakannya, perlu ritual tersendiri untuk mengenakan topeng tersebut.

Ada juga tari sekura yang biasa ditampilkan dalam tarian topeng di pesta adat sekuran atau sekuraan yang dilakukan setiap awal bulan Syawal. Ini merupakan pesta rakyat yang dilakukan sebagai ucapan syukur, sukacita dan perenungan atas sikap maupun tingkah laku. Semua kesenian tari tradisional dari daerah Lampung mempunyai ciri khas tersendiri dan histori di balik terciptanya tarian-tarian tersebut. Tak jarang kini tarian-tarian tersebut disuguhkan ketika ada tamu penting yang datang ke Lampung.