Tarian Batak, Identitas Suku Terbesar Di Indonesia

Posted on
tari-tradisional-sumatera-utara
tari tor tor sipitu cawan (sumber gambar: negerikuindonesia.com)

Tari Tortor – Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak suku yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Suku Batak salah satunya, suku ini disebut sebagai suku yang paling besar yang ada di Tanah Air Indonesia. Suku Batak banyak yang menghuni di Pantai Barat dan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara. Ada beberapa suku Bangsa yang masuk ke dalam suku Batak diantaranya adalah Karo, Toba, Pakpak, Mandailing, Angkola, dan Simalungun. Sebagai suku terbesar, tentu saja ada banyak kebudayaan khas dari suku Batak yang menjadi identitas dari suku Bangsa. Selain terkenal dengan berbagai masakan khas, wisata alam yang mengagumkan, pakaian adat, dan juga bahasa yang terkenal, ada juga beberapa kebudayaan khas suku Batak yang tidak boleh ditinggalkan yakni tarian khas suku Batak.

Sebagian besar tarian khas suku Batak juga menjadi salah satu tarian yang ada di daerah Sumatera Utara. Hal ini tentu saja menambah keberagaman yang ada di Pulau Sumatera. Berikut merupakan jenis tarian daerah khas suku Batak.

Jenis Tarian Khas Suku Batak

Tari Tortor Sipitu Cawan

tari-tradisional-sumatera-utara
tari tor tor sipitu cawan (sumber gambar: negerikuindonesia.com)

Tarian khas suku Batak ini pada umumnya hanya diadakan pada saat pengukuhan seorang raja. Masyarakat setempat percaya jika tarian ini berasal dari tujuh putri khayangan yang sedang mandi pada sebuah telaga di puncak Gunung Pusuk Buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sasarung atau pisau tujuh sarung. Tarian ini tidak bisa dipelajari oleh orang sembarangan kecuali jika memang mereka sudah jodoh. Menurut sejarahnya, tari tortor sipitu cawan dianggap sebagai tarian tradisional yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini disebabkan para penari diharuskan menjaga keseimbangan tujuh cawan yang diletakkan di bagian tangan kanan, tangan kiri, dan juga di bagian kepala.

Tarian sipitu cawan ini memiliki makna tersendiri untuk setiap cawan yang digunakan, mulai dari sebagai penanda kebijakan, kesucian, kekuatan, tatanan hidup hingga pengobatan atau penyucian. Tarian ini dilakukan untuk membuang semua penghalang karena masyarakat Batak percaya jika manusia umumnya akan mengalami kegagalan akibat penghalang tersebut.

Tari Huda Huda

tari-tradisional-sumatera-utara
tari uda huda (sumber gambar: simalungan.net)

Tarian suku Batak ini tepatnya berasal dari Kabupaten Simalungun yang akan dipertunjukkan ketika upacara kematian untuk orang yang sudah lanjut usia. Tarian ini dilakukan untuk menghibur keluarga yang sudah ditinggalkan sekaligus sebagai hiburan bagi para pelayat. Pada awalnya, tarian suku Batak ini hanya digunakan oleh keluarga kerajaan saja. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tari huda huda bisa digunakan untuk semua kelas sosial. Berdasarkan sejarah yang berkembang di suku Batak menyebutkan jika tari huda huda atau tarian topeng ini terbentuk akibat adanya anak tunggal dari keluarga kerajaan yang wafat. Permaisuri yang merupakan sang ibu dari anak tersebut terus menerus merasa sedih karena tidak rela anaknya dikebumikan. Kabar ini lantas didengar oleh masyarakat luas dan mereka berusaha menghibur permaisuri dengan menampilan tarian ini.

Tari Piso Surit

tari-tradisional-sumatera-utara
tari piso surit (sumber gambar: IndonesiaKaya.com)

Tarian ini merupakan tarian tradisional suku Batak Karo yang ada di daerah Sulawesi Utara. Tari piso surit masuk ke dalam jenis tarian selamat datang dan biasanya dibawakan secara berkelompok dari penari wanita dan pria. Nama piso surit dalam tarian Batak ini diambil dari kata ‘peso surit’ yang berarti burung yang senang bernyanyi. Tarian ini menggambarkan tentang seseorang yang sedang menanti kedatangan sang kekasih. Pada umumnya tari piso surit ini dilakukan oleh 5 pasang penari atau lebih.

Dalam pagelarannya, para penari akan memakai pakaian adat dan menari dengan iringan musik tradisional. Gerakan yang ditampilkan terlihat sangat khas yakni lemah gemulai dan beberapa bagian dilakukan secara berulang meski sebenarnya berbeda. Gerakan-gerakan yang biasa dilakukan dalam tari piso surit ini adalah kaki berjinjir, gerakan naik turun, dan gerakan berputar. Saat dipertunjukkan, tarian adat Batak ini akan diiringi dengan alat musik khas seperti gendang Karo, kecapi, dan gong. Sedangkan untuk lagu yang dimainkan adalah lagu dengan irama lambat yang sangat sesuai dengan gerakan dalam tarian ini.

Tari Sigale Gale

tarian-batak
tari sigale gale (sumber gambar: id.wikipedia.org)

Tari tradisional suku Batak selanjutnya adalah tari sigale gale. Tarian yang berasal dari suku Batak Toba ini merupakan sebuah tarian yang diperagakan oleh patung kayu berbentuk manusia. Tari sigale gale merupakan tari yang dibanggakan oleh suku Batak Toba, yang mana tari tradisional ini mengandung arti lemah gemulai serta menjadi kebudayaan penduduk suku Batak sejak ratusan tahun silam. Menurut historisnya, tari sigale gale mendeskripsikan seorang raja Toba yang memiliki putra bernama Manggale. Raja kemudian memerintahkan anaknya untuk berperang dan akhirnya sang anak tewas dan peperangan tersebut.

Sang Raja lantas sangat terpukul dan sedih atas meninggalkan sang putra. Sampai pada akhirnya, kondisi ini membuat kesehatan sang Raja turut menurun drastis dan semakin memburuk. Penasehat kerajaan kemudian memberikan nasihat agar sang Raja membuat patung kayu dengan wajah yang menyerupai sang anak. Ketika patung selesai dibuat, tabib kerajaan lantas melakukan ritual meniup soradam dan memanggil roh Manggale agar bisa masuk ke dalam patung tersebut. Melihat ini lantas membuat kesehatan Raja semakin membaik.

Hingga saat ini, sigale gale masih ada di Pulau Samosir dan masih sering dilakukan serta menjadi ikon kebudayaan dari provinsi Sumatera Utara. Inilah yang sampai saat ini bahkan mampu menarik minat turis lokal maupun asing untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Tari Tandok

tarian-batak
tari tandok Batak (sumber gambar: youtube.com)

Tari tandok dari suku Batak adalah kesenian tradisional yang erat hubungannya dengan budaya tanam masyarakat setempat. Tarian ini menggambarkan kegiatan panen berat memakai tandok oleh para wanita di ladang. Tidak hanya itu, tari adat Batak ini juga mempunyai arti persaudaraan atau kekeluargaan yang erat sesama masyarakat Batak.Tari tandok biasanya dipertunjukkan oleh sekelompok penari wanita yang memakai pakaian adat tradisional Batak berwana merah dan hitam. Sedangkan properti yang digunakan adalah ulos, kain sarung, dan tandok.

Tari tandok sendiri biasanya memang dilakukan oleh 4 orang penari namun juga bisa dilakukan lebih dari itu, tetapi dengan syarat jumlah penarinya haruslah genap. Sedangkan untuk musik yang menjadi pengiring tarian suku Batak ini adalah musik gondang yakni musik ansambel dengan tangga nada bervariasi tergantung dari pemain sarune dan taganing. Gerakan dalam tarian tandok lebih banyak merupakan gerakan tangan dan beberapa formasi yang dibentuk oleh penari. Tarian tandok memiliki makna ikatan keluarga tanah Batak yang sejak dulu memang merupakan masyarakat agraris. Masyarakat Batak erat hubungannya dengan budaya tanam sekaligus menghormati alam dan para leluhur.

Suku Batak juga memiliki tarian khusus yang biasanya diperagakan saat salah keluarga yang ada di suku Batak terkena musibah, yaitu tari tortor tunggal panaluan. Dilihat dari namanya, tunggal panaluan sendiri merupakan sebuah tongkat yang dipercaya memiliki nilai magis bagi suku Batak. Tongkat ini juga digunakan oleh para sesepu adat atau datu pada upacara atau ritual khusus. Mereka yang boleh melakukan tarian ini hanyalah para datu dengan iringan gendang atau gondang sabangun.