Tarian Betawi, Kesenian Para Penghuni DKI Jakarta

Posted on
tarian-betawi-3
tari topeng betawi (sumber gambar: jakartan.id)

Tari Topeng Betawi – Berkaca pada sejarah, suku Betawi merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia dengan segudang keunikan. Suku Betawi erat dikaitkan dengan kehidupan masyarakat DKI Jakarta. Padahal, sejarah mengatakan jika suku Betawi bukanlah asli dari DKI Jakarta. Meski begitu, hingga saat ini banyak adat istiadat dan kebudayaan Betawi yang dikenal luas sebagai ikon kebudayaan dari ibu kota Negara Indonesia ini. Sebut saja ondel-ondel, gambang kromong, kerak telor, bir pletok dan lain sebagainya, beberapa makanan dan kesenian daerah asli Betawi ini sangat identik dengan kebudayaan dari DKI Jakarta.

Salah satu kebudayaan DKI Jakarta khususnya yang berasal dari suku Betawi adalah tarian tradisional. Tarian khas suku Betawi ini terbilang sangat unik dan tidak kalah menarik dari kesenian yang ada di daerah lain. Tak jarang, tarian khas Betawi menjadi pertunjukan pembuka atau hiburan bagi acara-acara kenegaraan yang digelar di ibu kota. Suku Betawi juga dikenal sebagai salah satu suku yang memang banyak mengembangkan kesenian daerah, untuk mengetahi macam-macam tarian tradisional yang berkembang di suku Betawi mari simak ulasan berikut ini!

Seni Tari Asli Betawi

Tari Zapin

tarian-betawi
tari zapin betawi (sumber gambar: wallpaperhd99.blogspot.com)

Tarian asli dari suku Betawi yang pertama adalah tari zapin. Tari ini merupakan salah satu kesenian suku Betawi yang mendapatkan pengaruh dari kebudayaan lain. Tari zapin sangat erat dengan kebudayaan bangsa Melayu dan Arab. Kata ‘zapin’ sendiri merupakan bahasa Arab yang berarti ‘zafana’ atau ‘menari’. Tarian ini masuk ke dalam jenis tari pergaulan. Biasanya saat pertunjukan, tari zapin dilakukan tidak ada batasan antara penari dengan penonton. Penonton bisa dengan bebas ikut menari bersama dengan penari. Di zaman modern ini, tari zapin sudah diberikan improvisasi, spontanitas dan juga kostum yang tidak memiliki aturan terikat baik dalam segi koreografi, komposisi tarian, dan juga musik pengiring.

Tari Yapong

tarian-betawi
tari yapong (sumber gambar: blogkulo.com)

Jenis kesenian tradisional yang satu ini merupakan tarian kontemporer yang melambangkan pergaulan masyarakat dan sukacita. Biasanya tarian ini dipertunjukkan pada acara atau pesta rakyat DKI Jakarta. Berdasarkan sejarah, tarian Betawi ini sudah ada sejak tahun 1977 ketika ulang tahun kota Jakarta yang ke-450. Saat itu, tema tentang perjuangan Pangeran Jayakarta diusung dan dipercayakan pada seniman besar Bagong Kussudiarjo untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Tari yapong mempertunjukan adegan sendratari dimana para penari akan menari secara riang sambil menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta. Nama ‘yapong’ dalam tarian ini diambil dari lagu yang mengiringinya. Dimana lagu yang mengiringi terdengar seperti ‘ya, ya, ya’ dan iringan musik yang terdengar seperti ‘pong, pong, pong’. Bahkan sampai saat ini masih banyak yang menganggap jika tarian ini cukup menarik untuk dipertontonkan dalam sebuah pertunjukan ataupun festival budaya.

Tari Topeng Betawi

tarian-betawi-3
tari topeng betawi (sumber gambar: jakartan.id)

Tari topeng adalah tarian khas Betawi dengan menggunakan topeng sebagai ciri khasnya. Tarian ini merupakan perpaduan seni tari, musik dan nyanyian. Uniknya tari topeng dipertunjukkan layaknya sebuah teaterikal yang memiliki cerita sehingga saat menarik untuk disaksikan. Para penari nantinya akan diiringi dengan musik dan juga nyanyian yang bersifat teaterikal. Nyanyian dalam tari topeng Betawi ini sangat komunikatif yang tercermin dari gerakan yang diperagakan oleh sang penari. Dalam pementasan tari topeng Betawi, pagelaran ini akan diawali dengan musik sekaligus lagu pengiring. Barulah selanjutnya para penari akan mulai keluar sambil melenggokkan tubuhnya sembari menggunakan topeng. Sedangkan untuk gerakan dari tari topeng ini tergantung dengan tema yang dibawakan. Mulai dari kritik sosial, cerita legenda kehidupan masyarakat dan juga cerita lainnya. Pertunjukan topeng Betawi ini selalu menyampaikan pesan lewat gerakan penari yang sangat menghibur.

Tari Sirih Kuning

tarian-betawi
tari sirih kuning (sumber gambar: tarisirihkuning.blogspot.com)

Tarian daerah Betawi bernama tari sirih kuning ini dilakukan secara berpasangan yakni penari laki-laki dan perempuan. Saat dipertunjukkan, tari sirih kuning juga diiringi dengan musik khas Betawi yakni Gambang Kromong. Tarian Betawi ini pada umumnya dilangsungkan saat menyambut tamu atau memeriahkan acara dan menjadi tarian kembangan dari tarian lain. Tari sirih kuning biasa menjadi pelengkap dari tari cokek yakni tarian khas Betawi lainnya yang banyak berkembang di daerah Tangerang. Tarian ini juga biasa dipakai sebagai pengiring pengantin Betawi ketika masuk ke pelaminan dengan proses penyerahan sirih dare dari mempelai pria kepada pengantin wanita. Tari sirih kuning juga sering dipertunjukkan pada acara kehormatan para tamu atau penyambutan.

Tari Renggong Manis

tarian-betawi
tari renggong manis (sumber gambar: youtube.com)

Tari renggong manis merupakan tarian suku Betawi hasil dari perpaduan atau persilangan budaya. Tarian ini menceritakan tentang ungkapan bahagia serta kebersamaan remaja putri. Dimana gerakan dalam tarian ini erat mendapatkan pengaruh dari budaya Arab, Cina klasik, dan India. Biasanya tari renggong manis ini dipertunjukkan pada acara resmi seperti penyambutan para tamu. Kebahagiaan dari tuan rumah atas datangnya para tamu akan diperlihatkan lewat tarian khas Betawi yang satu ini.

Tari Lenggang Nyai

tarian-betawi
tari lenggang nyai (sumber gambar: merahputih.com)

Mulanya tari lenggang nyai ini disadur dari kisah gadis rupawan asal Betawi bernama Nyai Dasimah yang sedang bimbang dengan pilihan pendamping masa depannya antara pria Belanda atau pria pribumi. Nyai Dasimah kemudian menjadi istri pria berkebangsaan Belanda bernama Edward William dan merasa terkekang dengan aturan suaminya. Nyai Dasimah lantas menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk memberontak karena diperlakukan semena-mena. Perjuangan atas hak perempuan Nyai Dasimah ini lantas dikenang dalam tari lenggang nyai yang dipelopori oleh Wiwiek Widiastuti. Tari lenggang nyai memperlihatkan gerakan yang sangat lincah sebagai ciri khas masyarakat Betawi. Para penari nantinya akan terlihat sering gerak dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Tari lenggang nyai ini juga menggambarkan keceriaan dan keluwesan seorang gadis muda asal Betawi.

Tari Cokek

tarian-betawi
tari cokek (sumber gambar: adat-tradisional.blogspot.com)

Tarian khas Betawi yang satu ini biasanya sering dijumpai di daerah Tangerang. Tarian ini merupakan perpaduan antara budaya Betawi, Cina, dan Banten. Tari cokek merupakan salah satu tarian yang cukup tua dari Betawi, yaitu sudah ada sejak abad ke-19 di daerah Teluknaga, Tangerang. Dulunya, ada seorang saudagar Cina bernama Tan Sio Kek yang memperkenalkan tar cokek. Tari cokek diperagakan setidaknya oleh tiga penari wanita, bahkan saat ini tari cokek bisa diperagakan oleh lima orang penari wanita dan beberapa pria unruk mengiringi musik tari cokek.

Selendang sudah menjadi salah satu ciri khas atau aksesori yang digunakan oleh para penari. Selendang diikatkan di pinggang para penari yang dipadukan dengan kebaya warna terang. Tarian ini jika dilihat hampir sama dengan tari sinten asal Cirebon atau tari ronggeng asal Jawa Tengah. Pasalnya, para penari bisa mengajak penonton untuk ikut menari bersama. Menariknya, tari cokek ini diiringi dengan musik Gambang Kromong yang menjadi ciri khas kebanyakan kesenian tari suku Betawi.

Selain beberapa tarian tersebut masih ada sejumlah tarian lain yang juga menjadi ciri khas budaya Betawi. Diantaranya adalah tari ronggeng blantek, tari blenggo, tari gitek balen, tari kembang lambang sari, dan tari nanda ganjen. Semua tarian tersebut ada beberapa yang saat ini mulai kurang diminati saat dipertunjukkan. Meski demikian, kesenian tari asal Betawi masih sering ditemukan di daerah ibu kota Jakarta.