Tarian Melayu Di Indonesia Lengkap dengan Penjelasannya!

Posted on
tarian-melayu-di-indonesia
tari makyong (sumber gambar: munzillnih.id)

Tarian Melayu – Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan ragam budaya adat dan istiadat. Kebudayaan yang beragam ini terlihat dalam beberapa hal yang ada di setiap daerah, misalnya saja adalah kesenian tradisional, busana adat, rumah adat , dan bahasa yang digunakan untuk menjalin komunikasi. Bentuk kesenian yang biasanya menjadi ciri khas di suatu daerah adalah seni tari tradisional. Tarian-tarian yang mewakili setiap daerah biasanya sudah ditemukan sejak zaman lampau, hal ini dibuktikan dengan adanya lukisan-lukisan masa lalu yang menggambarkan penari di masanya. Seni sendiri muncul sebagai salah satu bentuk yang mampu mewakili ekspresi manusia atas perasaan atau suasana tertentu.

Tak jarang seni tari yang ada di Indonesia merupakan bentuk perpaduan dari budaya-budaya yang berbeda. Yang terlihat cukup nyata dalam seni tari tradisional di Tanah Air adalah masuknya budaya Melayu. Banyak sekali tarian dari suatu daerah di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Melayu. Salah satu daerah yang masih menganut budaya Melayu hingga saat ini adalah provinsi Kepulauan Riau. Ada banyak kekayaan budaya seoerti musik, sastra dan tarian-tarian dari Kepulauan Riau yang kental mendapatkan pengaruh budaya Melayu dan masih dilestarikan hingga saat ini.

Tanjungpinang merupakan ibu kota provinsi Kepulauan Riau yang masih kental menganut kebudayaan Melayu. Ada banyak ragam tari tradisional di sana yang sangat terkenal dengan budaya Melayu, diantaranya adalah:

Ragam Tarian Melayu di Nusantara

Tarian Makyong

tarian-melayu-di-indonesia
tari makyong (sumber gambar: munzillnih.id)

Tarian ini merupakan sebuah pertunjukan khas Melayu. Makyong sebenarnya merupakan sebuah kenangan atau cerita tentang teater yang sangat terkenal dan bisa juga dibilang sebagai dramatari. Makyong sendiri diperkirakan telah ada di Riau hampir satu abad yang lalu, biasanya pementasan Makyong diselenggarakan setelah memanen padi. Tarian ini dipentaskan oleh penari-penari bertopeng dan diiringi dengan alat musik seperti gendang, rebab, dan tetawak.

Tari Zapin

tari-adat-riau
tari zapin matahari (sumber gambar: kenali budaya.info)

Dahulu tarian ini dipertunjukkan di atas tikar madani dan tikar tersebut tidak boleh bergoyang ataupun bergeser sedikitpun saat menarikan tarian Zapin. Tarian ini hanya boleh diperagakan oleh laki-laki saja, namun seiring dengan perkembangan zaman tarian ini sudah bisa diperagakan oleh wanita. Tari zapin juga banyak mendapatkan pengaruh dari budaya Arab dan kental akan tata nilai yang dipertontonkan dengan gerakan kaki cepat yang mengikuti pukulan gendang. Nama tari zapin sendiri berasal dari bahasa Arab yakni ‘Zaffan’ yang berarti penari dan ‘Al-Zapin’ yang berarti gerak kaki. Tari zapin ini diilhami oleh peranakan Arab dan diketahui berasal dari Yaman. Seiring dengan perkembangannya kini banyak jenis tari zapin yang terkenal di Nusantara diantaranya adalah Zapin Melayu Johor, Zapin Pulau, Zapin Arab, Zapin Singapura, Zapin Lancang Kuning, Zapin Tempurung, dan Zapin Nelayan.

Tari zapin tumbuh dan berkembang di daerah Melayu seperti Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Di Indonesia khususnya di daerah yang banyak dihuni oleh suku Melayu diantaranya adalah Jakarta, Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Kalimantan, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Bengkulu. Bahkan tari zapin sudah menjadi tradisi khusus yang ada di daerah Riau. Tarian ini dahulu diciptakan berdasarkan unsur sosial masyarakat pendukungnya bukan hanya semata-mata sebagai ungkapan ekspresi namun menjadi wajah batiniah yang melahirkan nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Ada banyak komponen yang ada di dalam tarian yang satu ini, berikut penjelasannya.

  • Makna Gerakan

Tari zapin terdiri dari empat langkah yang melambangkan sifat Rasullulah dari setiap gerakannya. Langkah ini merupakan syariat yang berkaitan dengan peneganakan agama Islam. Setiap langkah zapin memiliki bunga zapin yang berjumlah 13, jumlah ini sebagai perlambang rukun sholat sebagai tiang agama islam. Saat zapin ditarikan lagu dinyanyikan bait per bait, diantara bait satu ke bait yang lain penabuh marwas mengeraskan permainannya. Hal ini memiliki makna tersendiri yakni sebagai lambang semangat dari para penari zapin. Ragam gerakan dalam tari zapin ada 5 diantaranya adalah gerak lurus dan mundur, gerak berputar, gerak zig-zag, gerak tahtim, dan gerak sembah.

  • Busana Penari Zapin

Meski disebutkan jika tarian ini juga mendapatkan pengaruh dari tanah Arab, namun untuk urusan busana atau kostum sangatlah kental akan budaya Melayu. Busana dan tata rias yang digunakan oleh penari wanita dan laki-laki juga memiliki perbedaan. Penari laki-laki menggunakan baju kurung cekak musang dan seluar, kain samping (songket dan plekat), kopiah, dan bros. Sedangkan untuk penari wanita menggunakan baju kurung labuh, kain songket, kain samping, selendang atau tundung manto, anting-anting, kembang goyang, rantai atau kalung, dan sanggul.

  • Alat Musik dan Lagu Pengiring

Alat musik utama yang digunakan untuk mengiringi tarian zapin adalah rebana, gambus, gendang, dan marwas. Sedangkan untuk zapin Arab menggunakan alat musik berupa marwas dan gambus. Lagu-lagu pengiring untuk tarian zapin pertama kali diciptakan oleh Tengku Mansor dan dinyanyikan oleh Cik Norlia yang berasal dari Singapura. Beberapa lagu yang biasa digunakan untuk mengiringi tari zapin diantaranya adalah Ya Salam, Yale-Yale, Tanjung Serindit, Sri Pekan, Lancang Kuning, Gambus Palembang, dan Lancang Daik.

Tari Joged Lambak

tarian-melayu-di-indonesia
tari joged lambak (sumber gambar: kenalibudaya.info)

Gerak dari tarian ini cenderung lemah gemulai sedangkan lagu-lagu yang biasa digunakan untuk mengiringi tari joged lambak adalah Serampang Laut, Tanjung Katung, dan Anak Kala. Alat musik yang digunakan antara lain gong, tetawak, dan gendang.

Tari Tandak

tarian-melayu-di-indonesia
tari tandak (sumber gambar: negerikuindonesia.com)

Tari khas Melayu yang cukup terkenal di Indonesia selanjutnya adalah tari tandak yang mempunyai ciri khas saling berbalas pantun antara kelompok pria dan wanita. Biasanya lagu pantun tersebut berisikan hal yang ada di bumi atau segala sesuatu tentang kehidupan manusia sehari-hari. Tak heran jika tari ini disebut-sebut sebagai salah satu bentuk gabungan dari seni tari dan sastra. Tari tandak di daerah Riau cukup populer karena dijadikan sebagai tari pergaulan yang sangat digemari oleh para pemuda-pemudi di sana, biasanya pertunjukan tari tandak dijadikan sebagai salah satu ajang silaturahmi antara pemuda-pemudi. Bahkan tak jarang banyak pasangan yang kemudian berjodoh usai bertemu di pementasan tari tandak. Tarian ini juga menjadi perlambang ikatan-ikatan yang terjalin antara teman yang berlain kampung serta menciptakan rasa aman antar kampung.

Kesenian seperti tari tradisional kini banyak dipentaskan pada saat acara rakyat atau upacara adat. Ada juga yang sekedar dipentaskan sebagai sarana hiburan. Tak heran jika banyak seni tari yang dipentaskan dengan tema-tema yang sederhana dan kostum yang sangat menarik agar penonton betah berlama-lama menyaksikan pertunjukan tradisional ini. Bahkan jaman sekarang seniman modern yang memodifikasi gerakan tari tradisional dengan gerakan-gerakan yang lebih kekinian. Tujuan adalah generasi muda tidak canggung dan malu untuk mempelajarinya. Memodifikasi gerakan tari tradisional sendiri sebenarnya boleh saja dilakukan asalkan tidak mengurangi makna atau esensi dari maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pada tarian tersebut.