Tarian Nusa Tenggara Timur, Keberagaman Budaya Dari Gugusan Kepulauan NTT

Posted on
tarian-nusa-tenggara-timur
tari caci (sumber gambar: kupang.tribunnews.com)

Tari Caci – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan sebuah daerah yang dahulunya menjadi bagian dari kepulauan Sunda Kecil. Sesuai dengan nama yang diberikan, NTT terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Flores, Sabu, Adonara, Solor, Komodo, Sumba, Alor, Timor, Rote, Lembata, dan Pulau Palue. Terdiri dari banyak pulau yang menjadi sebuah kesatuan yang terbentuk dalam provinsi NTT ini, menjadikan keberagaman yang ada di sana juga terlihat sangat nyata. Pasalnya, setiap pulau yang ada di daerah ini dihuni oleh suku-suku yang berbeda-beda.

Variasi suku yang tinggal di gugusan pulau NTT membuat kebudayaan dan tradisi bersifat heterogen, budaya di NTT juga saling membaur satu sama lain. Salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah pada tarian tradisional yang ada di daerah tersebut. Tarian tradisional yang ada di setiap daerah pada dasarnya menjadi sarana hiburan sekaligus mengandung nilai-nilai filosofis yang cukup tinggi. Berikut merupakan daftar nama tarian tradisional Nusa Tenggara Timur dan penjelasannya!

Tarian Tradisional Nusa Tenggara Timur dan Penjelasannya

Tari Atoni Meto

tarian-nusa-tenggara-timur
tari atoni meto (sumber gambar: indonesiakaya.com)

Tarian atoni meto adalak deskripsi dari para pemuda suku Dawan yang lihai dalam hal berburu dengan daun lontar. Suku Dawan adalah suku terbesar sekaligus suku tertua yang mendiami Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Tanah Dawan, begitu sebutan wilayah tempat tinggal bagi suku ini. Daerah tempat tinggal suku Dawan merupakan kawasan yang kering dengan curah hujan yang sangat rendah pada setiap tahunnya, sehingga daun lontar memiliki makna dan kedudukan khusus bagi masyarakat Suku Dawan. Secara umum, tari kreasi atoni meto ini merupakan tarian muda-mudi yang dipentaskan oleh 4 hingga 6 pasang pria dan wanita. Para penari menggunakan busana adat NTT yang telah dimodifikasi pada beberapa bagian. Daun lontar juga menjadi properti utama pada tarian ini.

Tari Bidu

tarian-nusa-tenggara-timur
tari bidu (sumber gambar: tribunnews.com)

Tari bidu merupakan tarian tradisional dari daerah Belu dan biasa ditampilkan oleh beberapa penari pria dan wanita. Para penari menggunakan busana adat dan menari dengan gerakan yang sangat khas. Tari bidu merupakan salah satu tarian yang cukup populer di kalangan masyarakat Belu. Dahulu, masyarakat di sana percaya bahwa tarian ini merupakan ajang pencarian jodoh bagi para pemuda-pemudi.

Tari Caci

tarian-nusa-tenggara-timur
tari caci (sumber gambar: kupang.tribunnews.com)

Tari radisional ini adalah satu dari banyak kesenian tradisional sejenis tarian perang khas masyarakat Manggarai di Pulau Flores. Tarian caci merupakan tarian tradisional yang dimainkan oleh dua penari laki-laki yang saling bertarung. Para penari bertarung dengan menggunakan cambuk dan sebuah perisai sebagai senjatanya. Berdasarkan penjelasan sejarah, asal mula tari caci adalah tradisi masyarakat Manggarai yang mana para laki-laki akan saling bertarung satu sama lain untuk menguji ketangkasan serta keberanian. Lambat laun kebiasaan ini berkembang menjadi sebuah kesenian tari tradisional yang di dalamnya diselipkan beberapa komponen lain seperti gerakan menari, musik pengiring, dan lagu untuk memeriahkan sebuah acara. Nama tarian caci sendiri berasal dari dua suku kata yakni ‘ca’ yang berarti satu dan ‘ci’ yang berarti uji. Jika digabungkan makna dari tari caci ini adalah untuk menguji ketangkasan dengan cara satu lawan satu.

Tari Cerana

tarian-nusa-tenggara-timur
tari cerana (sumber gambar: youtube.com)

Tarian ini adalah tarian penyambutan atau tarian selamat datang yang khas dari daerah Kupang. Biasanya setiap pertunjukan, tari cerana akan diakhiri dengan menyajikan sirih dan pinang sebagai simbol penerimaan masyarakat terhadap tamu yang datang dengan hati yang tulus, bersih, dan penuh kasih. Tari cerana jaman dulu adalah tarian daerah yang sering digunakan masyarakat daerah Kupang sebagai tari untuk menyambut para bangsawan maupun orang-orang setempat yang dituakan. Tari cerana dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang. Selain di daerah Kupang, tari cerana ini juga sangat populer di daerah sekitarnya seperti Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Rote Ndao.

Tari Gawi

tarian-nusa-tenggara-timur
tari gawi (sumber gambar: pesona.travel)

Tari tradisional yang satu ini merupakan tarian adat dari masyarakat Suku Ende Lio sebagai ungkapan rasa syukur atas segala berkat dan rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan kepada mereka. Dalam pertunjukannya, tari gawi dilakukan secara masal dengan cara saling berpegangan tangan hingga membentuk formasi seperti lingkaran. Formasi tersebut menjadi ciri khas dari tari gawi itu sendiri. Kesenian tradisional ini biasa ditampilkan dalam berbagai acara seperti upacara panen, pembangunan rumah, pengangkatan kepala adat, dan acara adat lainnya. Tari gawi merupakan kesenian khas Suku Ende Lio yang sudah ada sejak zaman leluhur mereka. Berdasarkan catatan sejarah yang ada menyebutkan bahwa tarian ini sudah sejak dulu ditampilkan sebagai tarian penutup pada sebuah acara adat. Hal ini menunjukkan jika tari gawi bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Dilihat dari namanya, ‘ga’ yang berarti segan atau sungkan dan ‘wi’ yang berarti menarik. Tari gawi dapat diartikan sebagai sebagai tarian yang menyatukan diri dengan Yang Maha Kuasa.

Tari Hedung

tarian-nusa-tenggara-timur
tari hedung (sumber gambar: kurio.co)

Berdasarkan sejarahnya, pada zaman dahulu di daerah Adonara sering terjadi perang tanding baik antar suku maupun antar kampung. Sebelum mereka berangkat menuju medan perang, mereka akan berkumpul untuk melakukan tari hedung dan sebuah ritual agar diberikan keselamatan untuk mereka yang akan pergi ke medan perang. Dari situlah muncul kesenian tari tradisional yang diberi nama tari hedung. Seiring dengan perkembangan zaman, tari hedung sendiri kini memiliki fungsi dan makna yang berbeda. Bagi masyarakat Adonara, Flores Timur, tarian hedung sekarang dijadikan sebagai media untuk mengingatkan kepada generasi muda akan tradisi, budaya serta jiwa kepahlawanan para leluhur mereka.

Tari Hegong

tarian-nusa-tenggara-timur
tari hegong (sumber gambar: netralnews.com)

Ini merupakan tarian yang berasal dari Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur. Biasanya tari hegong dimainkan secara berkelompok oleh para penari pria dan wanita. Para penari menggunakan busana adat yang khas serta iringan musik gong waning. Sejarah tentang tari hegong ini masih belum diketahui secara pasti, namun berdasarkan catatan beberapa sumber menyebutkan jika tarian ini dahulu sering ditampilkan di upacara-upacara adat masyarakat Maumere. Selain itu, tarian hegong juga sering digunakan sebagai tarian penyambutan para tamu penting yang berkunjung ke kawasan Maumere.

Tari Ja’i

tarian-nusa-tenggara-timur
tari ja’i (sumber gambar: negerikuindonesia.com)

Tarian ini adalah kesenian tradisional dari masyarakat Ngada, Flores. Biasanya tari ja’i dilakukan secara masal oleh masyarakat Ngada sebagai perlambang rasa syukur dan kegembiraan. Bagi masyarakat Ngada, tarian ja’i juga memiliki nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang sangat penting.

Tari Woleka

tarian-nusa-tenggara-timur
tari woleka (sumber gambar: cintaindonesia.web.id)

Tarian woleka berasal dari budaya masyarakat Sumba Barat Daya sebagai bentuk penyambutan terhadap tamu. TPara penari tari woleka biasanya adalah para pria dan wanita dengan membawakan gerakan yang sangat khas. Menurut beberapa sumber, tari woleka sudah sejak dahulu ditampilkan untuk menyambut dan mengiringi para tamu penting atau kalangan bangsawan yang berkunjung ke daerah Sumba Barat Daya. Selain itu, kesenian tari tradisional dari daerah Nusa Tenggara Timur yang lainnya juga cukup banyak. Sebut saja seperti tari Kebalai, Kandingang, Foti Lalendo, Tea Eku, Rangkuk Alu, Padoa, Likurai, Lego Lego, Ledo Hawu, dan Kataga. Semua tari tradisional ini memiliki nilai-nilai yang cukup penting bagi masyarakat setempat. Tak jarang kini tarian tersebut juga sudah dipentaskan sebagai hiburan sekaligus sarana untuk memperkenalkan potensi daerah Nusa Tenggara Timur ke kancah Nasional maupun internasional.