Tarian Papua, Warisan Leluhur Bernilai Historis

Posted on
tarian-papua-barat
tari sajojo (sumber gambar: budhayaasliindonesia.blogspot.com)

Tari SajojoPapua merupakan provinsi sekaligus pulau yang dikenal dengan sebutan Irian Jaya. Namun pemerintah lantas menjadikan provinsi ini menjadi dua bagian. Pasca pemekaran wilayah, pulau Papua bagian timur menjadi Provinsi Papua sedangkan bagian barat menjadi Papua Barat. Wilayah yang berada di kawasan paling timur Indonesia ini dikenal kaya akan budaya dan kekhas tersendiri. Bahkan kebudayaan dan kearifan lokal di daerah Papua sudah terkenal hingga ke mancanegara. Salah satu kesenian dari daerah Papua yang bisa diangkat adalah adalah tarian tradisional.

Seni tari tradisional dari daerah Papua tak hanya menarik dari segi gerakannya saja, namun juga busana atau kostum yang digunakan. Tarian asli Papua selain menjadi keunikan dari daerah tersebut juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah timur Indonesia ini. Ada beberapa tarian asal Papua yang sering ditampilkan di festival-festival budaya, berikut penjelasan dan gambarnya!

Tarian Adat Papua

Tari Perang

tarian-papua-barat
tari perang (sumber gambar: newbookmarksite.info)

Tarian yang satu ini merupakan tari tradisional dari daerah Papua Barat yang melambangkan kegagahan dan kepahlawanan rakyat Papua. Tari perang biasanya akan dipertunjukkan penduduk pegunungan ketika kepala suku mereka memberikan perintah untuk memulai peperangan, hal ini bertujuan untuk mengobarkan semangat rakyat untuk berperang. Tarian daerah Papua ini merupakan tari yang dilakukan berkelompok dan bisa dijadikan sebagai tarian kolosal karena penarinya tidak terbatas. Tari perang dalam perhelatannya juga diiringi dengan musik tradisional Papua, diantaranya adalah tifa dan beberapa alat musik lai. Tari perang juga diiringi dengan lagu perang pembangkit semangat sehingga berbeda dengan tari Papua lainnya. Tarian tradisional ini dilengkapi dengan kostum tradisional berupa rok yang terbuat dari akar tumbuhan. Penghias dada berupa manik-manik dan daun yang akan disisipkan pada bagian tubuh untuk menunjukkan kecintaan masyarakat Papua.

Tari Yospan

tarian-papua
tari yospan (sumber gambar: indonesiakaya.com)

Ini merupakan tari tradisional Papua yang bernama tari yospan. Tarian ini masuk dalam jenis tari pergaulan atau tari persahabatan antara pemuda dan pemudi masyarakat Papua. Yospan merupakan singkatan dari Yosim Pancar, yang merupakan gabungan dari dua tarian rakyat Papua yakni Yosim dan juga Pancar. Yosim merupakan tarian Papua yang sudah dianggap kuno dan berasal dari Sami sebuah kabupaten yang berada di pesisir Utara Papua, sedangkan Pancar adalah tari adat yang berkembang di daerah Biak Numfor dan Manokwari di pembuka tahun 1960an pada masa pemerintahan Belanda di Tanah Papua.

Awalnya gerakan dalam tarian ini dilakukan dengan meniru gerakan akrobatik di udara yang disebut dengan Pancar Gas, lantas kemudian disingkat menjadi pancar. Tarian ini juga diperkaya dengan sejumlah gerakan lain yang bersumber dari gerakan alam. Tarian ini sangat populer di kalangan masyarakat Papua yang sering dipertunjukkan dalam acara adat, kegiatan penyambutan dan juga festival budaya seni. Bahkan tarian ini menjadi salah satu seni tradisional yang wajib dilakukan setiap bulan Agustus.

Tari Selamat Datang

tarian-papua
tari selamat datang Papua (sumber gambar: negerikuindonesia.com)

Seperti namanya, tarian ini merupakan sebuah tari penyambutan yang biasa dilakukan penari pria serta wanita ketika menyambut para tamu penting datang untuk berkunjung. Tarian ini bermakna sebagai ungkapan rasa hormat masyarakat Papua dan sebagai tanda jika tamu sangat disambut di daerah tersebut sehingga tarian ini dibawakan dengan penuh rasa bahagia sekaligus ceria. Dihimpun dari banyak sumber, tari selamat datang masyarakat Papua dilakukan ketika menyambut tamu yang datang. Kecintaan masyarakat terhadap budaya Papua membuat para seniman yang ada di daerah tersebut juga mengembangkan tari tradisional ini. Hal ini lantas membentuk ciri khas masyarakat yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, bahkan tarian ini masih ada dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Tari Musyoh

tarian-papua
tari musyoh papua (sumber gambar: sumber.com)

Bagi masyarakat Papua, ini merupakan tarian khas yang dianggap sebagai tarian sakral dan sering dipertunjukkan ketika ada saudara atau warga setempat yang terkena musibah. Utamanya saat ada musibah maut dan arwahnya dianggap belum tenang. Tari musyoh ini memiliki gerakan yang lincah dan energik seperti pribadi masyarakat Papua yang biasanya dilakukan sekelompok penari pria. Bersumber dari kebudayaan Papua, tari musyoh bertujuan untuk mengusir roh gentayangan yang menganggu. Sedangkan busana yang dipakai oleh para penari adalah pakaian adat Papua yakni rok rumbia, koteka, dan alat perang. Alat perang yang biasa digunakan adalah tameng dan tombak yang diiringi dengan alat musik tradisional tifa.

Tari Awaijale Rilejale

Awaijale Rilejale
tari awaijale rilejale (sumber gambar: kata.co.id)

Tari awaijale rilejale adalah tari daerah Papua lebih tepatnya daerah Sentani, Kabupaten Jayapura yang menjadi wilayah yang banyak dihuni oleh suku asli Papua ini. Tarian ini menceritakan tentang keindahan alam danau Sentani saat senja, dimana biasanya banyak warga di daerah tersebut yang pulang dari bekerja dengan cara naik perahu. Para petani tersebut terdiri dari kelompok pria dan wanita yang memakai pakaian bernama pea malo terbuat dari serat pohon genemo, kulit kayu dan juga, daun sagu. Masyarakat setempat juga menggunakan perhiasan hamboni atau kalung manik-manik untuk menarikan tarian ini.

Tari Magasa

tarian-papua-barat
tari magasa (sumber gambar: tradisikita.my.id)

Berdasarkan catatan sejarah, tari magasa merupakan tradisi suku Arfak yang ada di Papua Barat yang umumnya ditarikan beramai-ramai baik penari pria atau wanita. Para penari akan menari sambil bergandengan tangan dan membentuk barusan seperti ular sehingga juga sering disebut dengan tari ular. Salah satu tarian Papua sudah ada sejak dahulu yang dilakukan untuk merayakan kemenangan ketika melakukan sesuatu. Tarian ini juga sering dipertunjukkan ketika menyambut tamu kehormatan yang bertandang. Tari magasa juga menjadi bentuk rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dengan apa yang sudah didapatkan. Sampai sekarang tari magasa ini tetap dilestarikan dan menjadi simbol persatuan serta kebersamaan tanpa memandang gender, umur, serta status sosial.

Tari Sajojo

tarian-papua-barat
tari sajojo (sumber gambar: budhayaasliindonesia.blogspot.com)

Tari sajojo merupakan tari pergaulan khas Papua dimana lirik lagu pengiringnya bercerita tentang gadis cantik yang diidamkan para pemuda di kampungnya. Tarian tradisional Papua ini sangat terkenal yang bahkan sudah sering kita dengar dimanapun tanpa meninggalkan unsur asli dari tarian ini. Tari sajojo tidak mempunyai batasan jumlah untuk penarinya, diiringi musik yang dinamis dan gembira tarian ini bisa dilakukan dengan anggota sebanyak mungkin. Ini menjadi salah satu karya seni masyarakat Papua daerah pantai yang sangat terkenal dan berkarakter.

Tari Afaitaneng

tari-papua
tari afaitaneng (sumber gambar: silontong.com)

Tarian yang satu ini merupakan tari tradisional papua yang berasal dari daerah Ambai, Pulau Yapen, Serui bagian selatan. Afaitaneng menjadi tari tradisional yang berkaitan dengan kepahlawanan. Kata ‘afaitaneng’ ini memiliki arti ‘panah milik kami’, sedangkan kata ‘afai’ berarti panah dan kata ‘taneng’ berarti milik. Tari adat afaitaneng akan disuguhkan selama semalam mulai sore hari atau juga bisa malam hari setelah selesai berperang. Tari afaitaneng sebagai salah satu kesenian yang bertujuan untuk menggambarkan tentang kekuatan, kehebatan, dan kemenangan. Terlebih saat penduduk atau kumpulan orang berperang melawan musuh dan berhasil memenangkan peperangan dengan senjata panah. Tari afaitaneng memiliki tiga urutan tari, yakni:

  • Bagian 1 : Kelompok wanita akan menatap ayat budak
  • Bagian 2 : Kelompok pria akan memperagakan gerakan memanah
  • Bagian 3 : Kegembiraan yang terjadi karena sudah menang dalam perang

Tari ini dilakukan kelompok pria dan wanita yang membentuk barisan atau lingkaran. Para penari pada dasarnya menggunakan busana kuwai atau cawat, manik-manik, serta perhiasan berupa gelang tangan. Ketika menari, para penari juga akan membawa perlengkapan seperti afai atau panah dan juga umbee atau parang. Tarian afaitaneng ini diiringi dengan lagu Nimasae serta alat musik fikainotu atau tiba dan tibura.

Tarian daerah Papua selain memiliki nilai historis sebagai warisan leluhur tentu saja juga menjadi salah satu daya tarik yang ada di daerah Papua. Terlebih dengan busana dan gerakan tarian Papua yang penuh semangat akan menjadi sebuah pertunjukan yang menyenangkan bagi penonton.