Tarian Tradisional Jawa Timur, Lengkap Dengan Gambar dan Penjelasan

Posted on
tarian-tradisional-jawa-timur
Tari Remo (sumber gambar: spectradancestudio.wordpress.com)

Reog Ponorogo – Indonesia tak hanya terdiri dari berbagai wilayah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Namun di dalam wilayah-wilayah tersebut juga dihuni oleh banyak suku, ras, dan agama yang berbeda. Hal inilah yang menjadikan Indonesia kaya akan budaya. Kebudayaan dari setiap daerah ditunjukkan dalam beberapa hal seperti rumah adat, pakaian adat, dan juga tarian khas dari daerah tersebut. Salah satu provinsi di pulau Jawa yang banyak mempunyai tarian daerah adalah Jawa Timur. Bahkan sampai saat ini tarian khas daerah Jawa Timur masih terus dilestarikan sebagai kearifan lokal yang dijaga.

Tari tradisional Jawa Timur ada banyak macam yang berasal dari Kabupaten/Kota yang ada di provinsi tersebut. Beberapa diantaranya bahkan sudah mendunia dan sering ditampilkan di luar Negara. Untuk mengetahui apa saja tarian khas Jawa Timur, berikut macam-macam tarian dan penjelasannya!

7 Tarian Tradisional Jawa Timur

Reog Ponorogo

tarian-tradisional-jawa-timur
Reog Ponorogo (sumber gambar: backpackerjakarta.com)

Sama dengan namanya, tarian yang satu ini berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tarian ini biasanya dibawakan oleh 6-8 pria dan 6-8 wanita. Durasi penampilan tarian ini cukup panjang karena terdiri dari berbagai sesi. Berdasarkan catatan sejarah, Reog Ponorogo diambil dari perjalanan Prabu Kelana Sewandana yang tengah mencari pujaan hatinya. Dalam perjalanan tersebut, Prabu Kelana Sewandana ditemani oleh prajurit dan sang patih bernama Bujangganong. Hingga pada akhirnya Prabu Kelana Sewandana bertemu dengan sang pujaan hati yang tak lain adalah Dewi Sanggalangit yang merupakan seorang putri dari Kediri. Namun, sang putri enggan menerima cinta sang prabu jika belum menciptakan sebuah kesenian.

Dari sinilah lalu muncul tari reog yang menjadi bukti cinta Prabu Kelana terhadap Dewi Sanggalangit. Prabu Kelana lantas meminta kepada prajurit-prajuritnya untuk menampilkan tarian yang diciptakannya. Tari reog ini terdiri dari 5 komponen yakni Prabu Kelana Sewandana, Patih Bujangganong, Jathil, Warok, dan Pembarong. Penari reog akan membawa topeng berukuran sangat besar dengan berat sekitar 50 kilogram, bahkan sang penari bisa menahan topeng hanya dengan giginya. Cara membuat topeng reog sendiri juga tidak mudah karena membutuhkan waktu yang lama bahkan hingga 7-10 tahun. Perjalanan tari reog layaknya sebuah novel karena ada pengantar, pembukaan, isi cerita, penutup dan prolog. Tak heran jika tarian yang satu ini sangat diminati oleh kalangan wisatawan terlebih turis asing.

tarian-tradisional-jawa-timur
Tari Gandrung Banyuwangi (sumber gambar: gpswisataindonesia.wordpress.com)

Tari khas Jawa Timur lainnya berasal dari daerah Banyuwangi diberi nama Tari Gandrung. Kata ‘gandrung’ sendiri melambangkan panggilan Dewi Sri atau dalam masyarakat Jawa kuno dianggap sebagai Dewi Padi yang dapat memberikan kesuburan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Tari Gandrung muncul saat dibangunnya ibu kota Balambangan. Penari tarian tradisional ini menggunakan kostum dari bahan beludru lengkap dengan atributnya. Pada bagian kepala menggunakan mahkota bernama omprok dan pada bagian kaki menggunakan samping batik, sementara untuk musik pengiringnya adalah alat musik kempul atau gong.

Tari Wayang Topeng

tarian-tradisional-jawa-timur
Tari Wayang Topeng (sumber gambar: dictio.id)

Kota Malang menjadi daerah tempat berasalnya tarian yang satu ini. Serupa dengan namanya, semua penari menggunakan pakaian seperti wayang kulit dan menggunakan penutup wajah berupa topeng. Dahulu, tarian ini hanya diadakan sebagai pertunjukkan ritual saja. Topeng disini melambangkan apresiasi kepada wajah nenek moyang. Dimana saat itu topeng memilki arti untuk menghargai roh para leluhur, sehingga banyak yang beranggapan jika tarian ini sedikit mengandung unsur mistik.

Tarian ini juga dianggap sebagai salah satu lembaga dakwah untuk menarik minat masyarakat agar mau memeluk agama Islam. Terlebih saat itu masih banyak orang Jawa yang memeluk keyakina agama Hindu. Cerita Tari Topeng Wayang dari Jawa Timur ini bercerita tentang Ramayana dan Panji dengan musik pengiring berupa gamelan, diantaranya adalah gong, kendang, bonang dan gamelan-gamelan lainnya.

Tari Jaranan Buto

tarian-tradisional-jawa-timur
Tari Jaranan Buto (sumber gambar: budayajawa.id)

Tari tradisional yang satu ini juga berasal dari daerah Banyuwangi. Kata ‘buto’ pada nama tarian ini menggambarkan seorang raksasa, sehingga makna dari tarian adalah kuda lumping raksasa. Tarian ini biasa dipentaskan saat ada acara pernikahan dan khitanan dengan jumlah penari antara 16-20 orang laki-laki. Konon katanya, Jaranan Buto ini diambil dari Menak Jinggo yakni sosok manusia yang berwajah raksasa. Para penarinya juga menggunakan dandanan yang tebal dan sangat menyeramkan.

Gerakan dari tarian ini terkadang juga sangat ekstrim bahkan tak jarang penari sampai melakukan aksi saling bertarung. Kental akan nuansa mistik membuat ada saja kejadian aneh yang terjadi saat tarian ini dipentaskan, misalnya saja adalah kesurupan yang kerap dialami oleh salah satu pemain. Musik yang digunakan dalan tarian ini diantaranya adalah kendang, dua gong besar, kecer, dua bonang, dan kempul terompet.

Tari Remo

tarian-tradisional-jawa-timur
Tari Remo (sumber gambar: spectradancestudio.wordpress.com)

Tari Remo menjadi salah satu kesenian tradisional dari daerah Jaawa Timur yang sangat populer. Pada zaman dahulu, tarian ini digunakan menyambut tamu agung. Kabarnya, tarian ini diciptakan oleh seorang pengamen pada jaman dahulu. Pasalnya memang hampir semua orang diwajibkan untuk bisa menari pada jaman dahulu. Biasanya Tari Remo ditarikan oleh laki-laki, namun seiring dengan perkembangan zaman kini banyak perempuan yang bisa menampilkan tarian tradisional yang satu ini. Para penari remo juga menggunakan busana yang berbeda-beda diantaranya busana gaya surabayan, malangan, remo putri jombangan, dan sawunggaling. Tarian ini juga diiringi dengan musik gamelan.

Tari Glipang

tarian-tradisional-jawa-timur
Tari Glipang (sumber gambar: igozigozza.blogspot.com)

Nama ‘glipang’ berawal dari kata ‘gholiban’ yang diambil dari bahasa Arab. Makna dari kata tersebut adalah kebiasaan. Tari Remo diciptakan oleh Seno Truno yang saat itu ia bekerja sebagai mandor penebang tebu di perusahaan milik Belanda. Karena sikap Belanda yang sewenang-wenang membuat Seno Truno akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja. Kemudian Seno Truno membuat tarian yang menggambarkan sejarah kehidupannya. Dilihat dari gerakannya, penari memperagakan posisi kuda-kuda yang seakan hendak menyerang. Gerakan ini seolah menandakan watak seseorang yang gagah perkasa dan mencirikan kolonial Belanda yang dianggap memiliki status lebih tinggi. Kesan kaku dalam gerakannya menandakan emosional. Gerakan tangan memegang pinggang yang jika diartikan dalam kehidupan sehari-hari menandakan sikap yang tidak sopan. Seiring dengan perkembangan zaman, gerakan Tari Remo dipoles sedemikian rupa untuk menandakan keadaan masyarakat yang saat itu mayoritas adalah seorang prajurit.

Tari Beskalan

tarian-tradisional-jawa-timur
Tari Beskalan (sumber gambar: blogkulo.com)

Tarian ini juga berasal dari Kota Malang, Jawa Timur, kata ‘beskalan’ diambil dari kata ‘bakalan’. Tarian ini diperkirakan sangat tua dan berusia ratusan tahun. Jika dilihat dari gerakannya, tarian ini menampilkan keanggunan seorang wanita. Dimana wanita didefinisikan sebagai mahkluk yang feminin, lincah, dan dinamis. Sekilas tarian ini mirip dengan tari jaipong, namun salah satu hal yang paling membedakannya adalah dari bahasa sinden atau penyanyi yang mengiringi tarian ini. Kostum yang digunakan saat memperagakan tarian ini adalah semyok, wedokan, khiasan kepala (sanggul) dan atribut lainnya.

Membahas tentang tarian Jawa Timur, tentu tak lupa dengan kabar pada tahun 2007 silam. Salah satu kesenian asli Jawa Timur diklaim menjadi milik Negara tetangga. Kejadian ini seolah menjadi pengingat bagi masyarakat Jawa Timur terutama para generasi muda agar terus melestarikan kebudayaan daerah termasuk tari tradisional sebagai ciri khas dan kearifan lokal.